Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Fakta Suami Bunuh Istri Hamil 6 Bulan, Nomor 1 Bikin Geleng-Geleng

INews.id , Jurnalis-Minggu, 14 Maret 2021 |18:09 WIB
5 Fakta Suami Bunuh Istri Hamil 6 Bulan, Nomor 1 Bikin Geleng-Geleng
Jenazah istri yang dibunuh suaminya di Batam (Foto: Gusti Yennosa)
A
A
A

BATAM - Tewasnya seorang perempuan di Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam terbongkar. Pelakunya ternyata suaminya, yang sebelumnya mengarang cerita kalau istrinya itu tewas karena tertusuk pisau saat terpeleset di dapur.

Pelaku yakni TS (28), dan korban AK (28). Sejumlah fakta pembuhuhan ini pun terkuak usai polisi menangkap pelaku. Berikut lima fakta kasus suami bunuh istri hamil enam bulan;

1. Cekcok karena mi instan pemberian tetangga

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, mengatakan sebelumnya pelaku TS cekcok karena korban makan mi pemberian tetangga. Pelaku kerap mengingatkan korban agar tidak mudah menerima pemberian orang.

"Pelaku langsung menegur korban dan mengatakan 'Kan sudah saya bilang dari dulu kalau ada yang ngasi kamu makan tunggu saya dulu balik kerumah, kita nggak tau makanan apa yang diberikan sama orang'," ujarnya.

2. Korban sempat dipukul

Arie mengatakan, pelaku yang berprofesi sehari-harinya sebagai pedagang buah keliling ini, menendang wajan yang berisikan minyak dan tumpah ke lantai. Korban melawan dan mengatakan lelah karena sudah menggoreng kerupuk dan minyaknya ditumpahkan pelaku.

Baca Juga: Istri Hamil Tewas dengan Luka di Leher, Suami Klaim Terpeleset lalu Tertancap Pisau 

Kemudian pelaku beradu mulut dengan korban. Tiba-tiba korban memukul bagian bahu kiri pelaku tetapi dibalas dengan pukulan ke wajah.

"Selanjutnya korban keluar ke ruang tamu rumah sambil cekcok mulut dengan pelaku, korban kembali mendorong pelaku dari belakang kemudian pelaku terdorong ke depan kulkas," ucapnya.

3. Pisau dilempar ke arah korban

Setelah korban terdorong, pelaku melihat pisau di atas kulkas dan melempar ke arah korban. Nahasnya, pisau itu menancap ke leher korban. Saat kejadian itu, kedua anaknya yakni Fajar dan Yusuf sedang bermain di depan rumah.

"Saat itu, secara spontan pelaku langsung mendekati korban dan mencabut pisau tersebut dan meletakkan di lantai ruang tamu," ucapnya.

Pelaku sempat keluar rumah dan berteriak minta tolong namun warga tidak ada yang mendengar. Akhirnya pelaku beserta kedua anknya membawa korban ke klinik bidan Santi di Tanjung Uma.

Baca Juga: Pasutri di Serpong Tangsel Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement