Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Armada 220 Kapal China Satroni Zona Ekonomi Filipina di LCS

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2021 |10:14 WIB
Armada 220 Kapal China Satroni Zona Ekonomi Filipina di LCS
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

Lima tahun lalu, pengadilan internasional menolak klaim kedaulatan China atas 90% Laut China Selatan.

BACA JUGA: Filipina Klaim Tiongkok Setuju Tidak Akan Bangun Fasilitas Baru di Laut China Selatan

Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan, dan Vietnam semuanya telah memperebutkan klaim China atas hampir seluruh Laut selama beberapa dekade, tetapi ketegangan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Beijing terus mengklaim wilayah yang dikenal sebagai "sembilan garis putus-putus" dan telah mendukung klaimnya dengan pembangunan pulau dan patroli, memperluas kehadiran militernya, sementara berkeras bahwa tindakan itu dilakukan untuk tujuan damai.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement