Pembunuh Dokter Hewan di Bali Ternyata Seorang Residivis

Antara, · Kamis 25 Maret 2021 04:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 244 2383618 pembunuh-dokter-hewan-di-bali-ternyata-seorang-residivis-RaKJvj7Kr1.jpg Foto: Antara

TABANAN – Kasus pembunuhan menggemparkan warga Tabanan, Bali. I Made KA (46) tewas ditusuk tetangganya sendiri bernama Ida Bagus Ketut Alit Surya Ambara alias Gus Tut (39). Pelaku ternyata seorang residivi, dia terancam 15 tahun penjara karena melakukan penganiayaan berat hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.

(Baca juga: Saling Geber Motor dengan Tetangga, Dokter Hewan Tewas Dihujani Tusukan)

"Kasus penganiayaan berat sampai korban meninggal dunia ini diduga karena salah paham antara pelaku dan korban. Pelaku tersinggung atas perkataan korban yang bilang kalo si pelaku ini sangat lemah. Hingga menyebabkan pelaku emosi dan menikam korban," kata Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Aji Yoga Sekar dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Bali, Rabu (24/3/2021)

(Baca juga: Ingin Bunuh Diri di Jembatan PIK 2, Wanita Cantik: Kalau Papa Mama Kamu Mati Gimana!).

Ia mengatakan pelaku seorang residivis yang telah berulang kali menjalani hukuman dalam kasus pencurian pada 1999 dengan hukuman dua bulan dan juga terlibat judi togel pada 2009 dengan hukuman tiga bulan.

Dalam kasus ini, pelaku menusuk korban berkali-kali dengan menggunakan pisau lipat hingga korban tewas saat dalam pemeriksaan medis ke rumah sakit Tabanan, Bali.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (23/3), pukul 18.30 Wita. Saat itu, pelaku memarkir sepeda motor di depan rumahnya. Korban datang menghampiri pelaku dan mengeluarkan kata-kata yang langsung membuat pelaku tersinggung dan emosi.

"Posisi pelaku dan korban saat itu sama-sama di atas sepeda motornya masing-masing. Setelah dibuat tersinggung oleh korban, pelaku langsung mengambil pisau lipat yang tergantung di motornya dan menusuk korban. Hingga meninggalkan luka serius pada tubuh korban," jelasnya.

Saat itu, korban sempat memberikan perlawanan namun akhirnya korban terjatuh. Korban dibantu warga setempat dibawa RSUD Tabanan, namun dari hasil pemeriksaan petugas medis, korban dinyatakan sudah meninggal.

Pada waktu yang sama korban ditangkap di rumahnya di wilayah Tabanan, Bali dengan barang bukti berupa satu pisau lipat dan dua sepeda motor milik korban dan pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dan dengan ancaman hukuman kurungan paling lama 15 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini