Baku Tembak saat Penggerebekan Home Industry Senpi Rakitan di OKI Sumsel, 2 Pelaku Roboh Diterjang Peluru

M Fitriadi, Okezone · Senin 29 Maret 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 340 2385791 baku-tembak-saat-penggerebekan-home-industry-senpi-rakitan-di-oki-sumsel-2-pelaku-roboh-diterjang-peluru-4jeWme98jl.jpg Dua pelaku home industry senpi rakitan ditembak polisi karena melawan.(Foto:tangkapan layar)

OGAN KOMERING ILIR - Puluhan butir peluru berikut senjata api (senpi) rakitan berbagai jenis berhasil diamankan polisi dari home industry senpi rakitan di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Dua pelaku, yakni Ravid dan Joni berhasil diamankan polisi. Salah seorang pelaku merupakan residivis pembunuhan di Polda Lampung.

Saat penggerebekan home industry senpi berlangsung, sempat terjadi baku tembak aparat dan kedua pelaku. Namun, perlawanan keduanya tidak bertahan lama. Dua butir peluru petugas berhasil menembus kaki Ravid dan Joni, dan keduanya pun akhirya roboh.

Baca Juga: Polda Jabar Ungkap Penjualan Senpi Rakitan Via Online, 3 Senjata Disita

Alhasil, polisi berhasil mengamankan puluhan butir peluru jenis tajam sebanyak 25 butir, peluru karet 25 butir, kaliber 38, dan revolver. Kemudian, senpi rakitan jenis revolver sebanyak pucuk dan satu senpira jenis softgan.

Selain itu alat yang digunakan untuk membuat senpi rakitan seperti alat pres, mesin bor, mesin jenset, dan mesin las serta alat isap narkoba.

Baca Juga: Seorang Remaja Kedapatan Miliki Senpi dan 30 Amunisi

Pelaku berikut barang bukti langsung digelandang dan diamankan ke Mapolres OKI guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan pengembangan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi petugas, pelaku sudah menjual senpi rakitan tersebut sebanyak 15 buah dengan harga 1,5 juta per buah. Pekerjaan itu sudah digeluti sejak satu tahun terakhir.

Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy, meminta kepada masyarakat yang memiliki senpi rakitan untuk segera menyerahkannya kepada petugas tanpa dikenakan pidana hukum.

"Pelaku akan dijerat Pasal 12 tahun 51 tentang senjata api dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara," tutur AKBP Alamsyah Pelupessy.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini