Banjir Bandang NTT, Doni Monardo Ungkap 4 Wilayah Terdampak Paling Parah

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 05 April 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 340 2389494 banjir-bandang-ntt-doni-monardo-ungkap-4-wilayah-terdampak-paling-parah-pri0srKBi0.jpg Doni Monardo (Foto: Antara)

JAKARTA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Doni Monardo mengungkapkan sejumlah wilayah terdampak paling parah akibat bencana banjir bandang yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 4 April 2021.

Wilayah tersebut di antaranya Pulau Adonara, Lembata, Alor dan Malaka. “Sejauh ini daerah yang mendapatkan dampak paling parah yaitu Pulau Adonara, kemudian Lembata, lantas Alor. Kemudian juga di daratan di wilayah Timur yaitu Malaka dan terutama Malaka ya,” ungkap Doni dalam keterangannya saat transit di Bandara Maumere, NTT, Senin (5/4/2021).

Selain itu, Doni mengatakan bahwa bencana yang terjadi di NTT akibat badai siklon tropis. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak tanggal 2 April telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem ini.

Baca juga: Cuaca Buruk, Doni Monardo Tempuh Jalur Darat Menuju Lokasi Bencana Banjir Bandang

“Kemudian kita lihat sejak tanggal 2, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah memberikan rilis informasi tentang cuaca sejak tanggal 2 April, yaitu badai siklon tropis yang melanda di wilayah Nusa Tenggara Timur,” ungkap Doni.

“Dan kemarin tanggal 3 sampai 4 dini hari, kita mendapatkan laporan sejumlah daerah terdampak sangat parah. Akibat badai tersebut, hujan lebat dan juga diikuti dengan cuaca ekstrem termasuk gelombang yang sangat tinggi sekali,” ucapnya.

Baca juga: Siklon Tropis Seroja Penyebab Cuaca Ekstrem dan Banjir Bandang NTT

Sebagaimana informasi yang telah disampaikan sebelumnya, bencana banjir bandang tersebut telah memakan korban sebanyak 44 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.

Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini