Dituduh Rencanakan Makar, Mantan Putra Mahkota Yordania Bersumpah Setia kepada Raja Abdullah

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 April 2021 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 18 2390033 dituduh-rencanakan-makar-mantan-putra-mahkota-yordania-bersumpah-setia-kepada-raja-abdullah-uPUBLNuYTQ.jpg Pangeran Yordania Hamzah bin Hussein.

AMMAN - Mantan putra mahkota Yordania, Pangeran Hamzah bin Hussein, telah bersumpah setia kepada Raja Abdullah, dua hari setelah dia ditempatkan di bawah tahanan rumah dan dituduh berusaha mengacaukan negara.

Diwartakan BBC, pangeran berusia 41 tahun itu mengeluarkan pernyataan beberapa jam setelah mediasi mengatakan dia berkomitmen pada konstitusi. Para pejabat mengatakan raja telah meminta pamannya, Pangeran Hassan, untuk membantu menyelesaikan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA: Tuduhan Kudeta, Sejumlah Mantan Pejabat dan Anggota Kerajaan Yordania Ditahan

Sang pangeran telah membantah tuduhan konspirasi yang ditujukan padanya.

Pada Sabtu (3/4/2021), Pangeran Hamzah merilis dua video, mengklaim dirinya telah ditempatkan di bawah tahanan rumah. Dia mengatakan seorang pejabat senior telah memberitahunya bahwa dia tidak diizinkan keluar atau berkomunikasi dengan orang-orang karena kritik terhadap pemerintah atau raja yang disuarakan pada pertemuan di mana dia hadir.

Penangkapan itu diduga menyusul kunjungan pangeran ke para pemimpin suku, di mana ia dikatakan telah mendapatkan beberapa dukungan. Pada Minggu, Wakil Perdana Menteri Ayman Safadi mengatakan pangeran telah berhubungan dengan pihak asing tentang ketidakstabilan negara dan telah dipantau selama beberapa waktu.

BACA JUGA: Pangeran Hamzah Ditangkap, Menlu Yordania Sebut Ada Pihak Asing Terlibat Rencana Kudeta

Pangeran Hamzah dituduh berusaha memobilisasi "pemimpin klan melawan pemerintah". Safadi mengatakan para pejabat telah mencoba untuk mencegah pangeran daripada mengambil tindakan hukum terhadap dia, tetapi Pangeran Hamzah telah "menanggapi permintaan ini secara negatif".

Dia menambahkan bahwa setidaknya 16 orang, termasuk mantan penasihat Raja Abdullah dan anggota keluarga kerajaan lainnya, telah ditangkap karena plot tersebut. Tetapi tidak ada anggota angkatan bersenjata yang dikatakan termasuk di antara mereka yang ditahan.

Dalam sebuah surat yang ditandatangani oleh istana pada Senin (5/4/2021), Pangeran Hamzah berkata: "Saya menempatkan diri saya di tangan Yang Mulia raja... Saya akan tetap berkomitmen pada konstitusi Kerajaan Yordania yang terhormat."

Malik Dahlan, seorang mediator profesional dan seorang teman keluarga, mengeluarkan pernyataan terpisah, mengatakan mediasi telah "berhasil" dan dia mengharapkan penyelesaian "segera", menurut Associated Press.

Pangeran Hamzah adalah putra mahkota yang akan menggantikan saudara tirinya, Raja Abdullah, sebagai kepala negara Yordania. Namun, pada 2004 dia dicopot dari posisi itu dan Raja Abdullah menunjuk putranya sebagai pewaris.

Keretakan publik antara Pangeran Hamzah dan Raja Abdullah belum pernah terjadi sebelumnya. Ketegangan dalam rumah tangga kerajaan, bagaimanapun, dilaporkan telah terjadi selama beberapa waktu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini