Kelompok Bersenjata Serang Penjara Nigeria, Lebih dari 1.800 Tahanan Melarikan Diri

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 06 April 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 18 2390062 kelompok-bersenjata-serang-penjara-nigeria-lebih-dari-1-800-tahanan-melarikan-diri-0fPM1CcDDQ.jpg Foto: BBC.

ABUJA - Lebih dari 1.800 narapidana telah melarikan diri setelah kelompok bersenjata menyerang sebuah penjara di Nigeria. Kelompok bersenjata itu dilaporkan berhasil memasuki halaman penjara di Kota Owerri, Negara Bagian Imo, tenggara Nigeria, dengan menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan blok administrasi.

Layanan Pemasyarakatan Nigeria telah mengonfirmasi bahwa 1.844 narapidana melarikan diri dari penjara tersebut. Enam tahanan dilaporkan telah kembali, sementara 35 menolak untuk melarikan diri.

BACA JUGA: KKB Culik 30 Siswa dari Sekolah Nigeria

Dalam keterangannya, layanan itu mengatakan bahwa orang-orang bersenjata berat menyerbu Pusat Penahanan Owerri pada Senin (5/4/2021) dini hari, setelah tiba dengan truk pickup dan bus. Sementara juru bicara polisi mengatakan para penyerang membawa granat berpeluncur roket, senapan mesin, bahan peledak, dan senapan.

Presiden Muhammadu Buhari menyebut serangan itu sebagai "aksi terorisme" yang dilakukan oleh "anarkis". Dia meminta pasukan keamanan untuk menangkap para penyerang dan tahanan yang melarikan diri.

BACA JUGA: Serang Sekolah, KKB Nigeria Culik Lebih dari 300 Siswa

Polisi menuduh kelompok separatis terlarang, Masyarakat Asli Biafra, berada di balik serangan itu. Namun, dalam keterangan kepada AFP, juru bicara kelompok tersebut membantah terlibat, mengatakan bahwa tuduhan itu adalah sebuah kebohongan.

Negara Bagian Imo telah lama menjadi tempat berkembang biak bagi kelompok separatis, sementara hubungan antara pemerintah pusat dan penduduk asli Igbo tegang. Sejak Januari beberapa kantor polisi dan kendaraan di tenggara Nigeria telah diserang dan sejumlah besar amunisi dicuri. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini