“Memang, data ini salah satu yang menjadi tantangan kita. Terutama pada saat darurat. Dari contoh nanti yang kemarin mungkin akan berbeda dengan hari ini. Di daerah setelah mengisi data yang ada di daerah memang kadang lebih cepat. Namun seperti yang kita ketahui bahwa data tetap dinamis,” kata Raditya.
Baca juga: Banjir di Nusa Tenggara Timur, Bencana Terbesar dalam 10 Tahun: 68 Meninggal, Ribuan Orang Mengungsi
Perbedaan data di pusat dan daerah, kata Raditya, karena belum diverifikasi sudah dinyatakan meninggal.
“Dan ternyata ada beberapa data di daerah yang belum diverifikasi. Misalkan ada yang dinyatakan hilang, namun sudah dinyatakan meninggal. Itu yang menjadi catatan kami,” jelasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.