"SR juga sudah mencoba sendiri 1 paket. menurut SR dirinya tidak mengalami gangguan apa-apa," kata Arsya.
Baca Juga : Polres Metro Jakarta Barat Buka Posko Korban Malapraktik Pembesar Payudara
Kepada polisi, SR mengaku sudah menyuntik 15 paket cairan kepada para pasiennya. Namun yang melaporkan ke pihak kepolisian baru dua orang. Dua orang korban tersebut mengaku mengalami infeksi, yakni keluarnya cairan nanah pada payudaranya.
"Tapi sudah saya sampaikan yang menjadi hambatan korban untuk melaporkan karena korban-korban ini malu karena dirinya mengalami infeksi dari filler ilegal ini," katanya.
"Kami juga tetap membuka posko pengaduan manakala setelah rilis ini ada masy yang mengalami hal yang sama. Sila datang ke sini," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.