Penampakan Bendung Kambaniru Jebol Akibatkan Banjir Parah di Sumba Timur

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Kamis 08 April 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 340 2391159 penampakan-bendung-kambaniru-jebol-akibatkan-banjir-parah-di-sumba-timur-A9JPdKnUJU.jpg Bendung Kambaniru. (Foto: iNews)

SUMBA TIMUR - Banjir menghancurkan Bendung Kambaniru yang membendung sungai terbesar di Sumba. Bengungan tersebut kini porak poranda. 

Kecamatan Kambera dan Pandawai adalah dua dari empat kecamatan yang paling parah terdampak banjir yang terjadi di Sumba Timur pada Minggu 4 April 2021. 

Banjir meluas pasca-Bendung Kambaniru tak mampu melawan terjangan arus. Bendung yang bisa mengairi 1.440 hektare persawahan itu pun kini bagai tinggal cerita.

Baca juga: Doni Monardo Sebut Banyak Korban di Lembata dan Alor Belum Ditemukan

Banjir yang terjadi juga membuat rumah warga tak hanya tergenang, tapi juga banyak yang hanyut. Diperkirakan ribuan rumah warga terdampak oleh banjir yang terjadi pasca-jebolnya bendungan ini.

Warga di Kelurahan Maulumbi, Lambanapu, Kambaniru dan Mauhau di Kecamatan Kambera, serta Kelurahan Mauliru dan Kawangu Kecamatan Pandawai, menjadi sejumlah daerah yang paling merasakan dampak banjir itu.

Menurut warga sekitar bendung, banjir sebenarnya telah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Namun mencapai puncaknya pada Minggu 4 April.

Baca juga: Update Bencana NTT: 138 Orang Meninggal Dunia, 61 Hilang

Banjir yang terjadi karena dampak Siklon Tropos Seroja itu menjadi banjir terbesar dan terdahsyat yang pernah terjadi di wilayah ini.

Bendung Kambaniru dibangun pada tahun 1992, membendung Sungai Kambaniru yang merupakan sungai terbesar di Pulau Sumba.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini