BLITAR - Ambrolnya bagian atas bangunan paviliun pasien RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar akibat gempa magnitudo 6,7 Sabtu (10/4/2021), yang mengguncang Malang, dipastikan tidak memakan korban jiwa.
Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Ramiaji mengatakan, runtuhnya bagian atas bangunan tidak sampai melukai pasien yang sedang menjalani perawatan.
"Alhamdulillah tidak sampai ada korban," ujar Ramiaji kepada wartawan Sabtu (10/4/2021).
Lokasi paviliun pasien RSUD Mardi Waluyo berada di lantai dua. Guncangan 6,7 SR yang berpusat di Kabupaten Malang tersebut, membuat atap ruangan paviliun runtuh. Plafon langit langit ruangan luluh lantak.
"Kemungkinan karena tidak mampu menahan genting yang jatuh, plafon akhirnya ambrol," kata Ramiaji.
Saat material berjatuhan, di ruangan tersebut terdapat pasien yang sedang menjalani perawatan. Beruntung. Jatuhnya material, kata Ramiaji tepat di sisi kanan dan kiri pasien.
"Jadi tidak sampai mengenai pasien," tambah Ramiaji.
Baca Juga : Dampak Gempa Malang: Atap Rumah Sakit Ambrol, Pasien Dipindahkan
Getaran keras yang berlangsung tiba tiba tersebut, mengagetkan semua. Situasi sontak gaduh. Tidak sedikit perawat rumah sakit yang berhamburan keluar. Beberapa diantaranya bersembunyi di bawah meja.
Saat berlangsung gempa, Ramiaji mengaku tengah salat dzuhur.
"Saya sempat bersembunyi di bawah meja. Sesuai protapnya seperti itu. Setelah semuanya tenang, baru keluar," kata Ramiaji.