Tanggap Darurat Gempa, BPBD Malang: Warga Mengungsi Secara Mandiri

Avirista Midaada, Okezone · Minggu 11 April 2021 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 519 2392725 tanggap-darurat-gempa-bpbd-malang-warga-mengungsi-secara-mandiri-h7DuEgvRJm.jpg Rumah warga Malang rusak akibat gempa (foto: Dok Okezone)

MALANG - Pemkab Malang menetapkan status tanggap darurat bencana akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 SR. Status tanggap darurat ini ditetapkan setelah melihat dampak akibat kerusakan gempa yang kian bertambah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Malang, Sadono menuturkan ada 21 kecamatan di Kabupaten Malang yang terdampak gempa yang berpusat di barat daya Kabupaten Malang.

Baca juga:  Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Sejumlah kecamatan di Malang selatan yang berada dekat di pusat gempa mengalami dampak kerusakan cukup parah. Ratusan rumah di antaranya Gondanglegi, Sumberpucung, Gedangan, Turen, Dampit, Poncokusumo, dan Ampelgading, rusak parah

"Yang terdampak di Sumawe (Sumbermanjing Wetan), Kalipare, Wagir, Wajak, Jabung, Bantur dan terparah di Kecamatan Ampelgading. Kerusakan rumah, korban jiwa dan luka ada di Ampelgading," ucap Sadono saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4/2021).

Baca juga:  Kembali Diguncang Gempa, Warga Malang Berhamburan Keluar Rumah

Berdasarkan data yang diterima Pusdalops BNPB per 21.00 WIB, ada sebanyak 8 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan. Sebanyak 14 unit sekolah rusak, delapan unit faskes rusak dan enam unit fasilitas umum juga mengalami hal serupa. Kemudian 355 unit rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan dan 26 rumah ibadah rusak.

Menurut Sadono, saat ini BPBD sudah mengirimkan TRC untuk melakukan asesment dan berkoordinasi dengan lintas sektor. Lalu juga mendirikan posko tanggap darurat bencana. BPBD bersama TNI, Polri dan OPD terkait serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat bencana.

Namun hingga kini BPBD sendiri memastikan belum membuat posko - posko pengungsian bagi warga yang terdampak gempa.

"Sementara pengungsian mandiri oleh masyarakat. Berdasarkan pengalaman kami masyarakat tidak ingin mengungsi jauh dari rumahnya. Jadi mereka mendirikan tenda darurat di sekitar rumahnya," bebernya.

Meski demikian BPBD Kabupaten Malang telah menyiagakan dua pos lapangan untuk mengantisipasi adanya dampak kerusakan gempa yang kian bertambah.

"Kami menyiapkan pos lapang lebih tepatnya, untuk posko ada di Mako BPBD dan di Pendopo Kepanjen. Karena ada perbedaan bencana gempa bumi dan bencana lain seperti banjir dan lain - lain, yang cenderung ada lokasi pengungsian," tukasnya.

Sementara itu pantauan di lokasi hingga Sabtu dini hari ini aliran listrik di beberapa lokasi masih padam. Tampan di Majang Tengah, Kecamatan Dampit, warga mengungsi ke tenda di sekitar rumahnya dalam kondisi gelap dengan hanya menyalakan lilin dan lampu darurat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini