Gempa Magnitudo 4,9 di Pelabuhan Ratu, Tak Ada Laporan Kerusakan

Arif Budianto, Koran SI · Rabu 14 April 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 525 2394541 gempa-magnitudo-4-9-di-pelabuhan-ratu-tak-ada-laporan-kerusakan-Qp0VmQUMmO.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BANDUNG - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 terjadi di wilayah selatan Jawa pada pukul 13.28.40 WIB, Rabu (14/4/2021). Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan, gempa memiliki magnitudo 5,1 kemudian diupdate menjadi magnitudo 4,9.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,4 LS dan 105,92 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 83 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 21 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Kalapanunggal, Cisaat Kabupaten Sukabumi dengan goncangan III MMMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Getaran juga dirasakan hingga Jakarta, Bayah, Pelabuhan Ratu, Palangpang Ciemas, Sagaranten, Curug Kembar dengan skala II MMI.

Getaran II MMI dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Baca Juga : Gempa M5,1 Guncang Bayah, Getarannya Terasa di Jakarta hingga Sukabumi

Hingga pukul 13.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini