Politisi Jepang Diminta Minum Air Limbah Nuklir Fukushima Sebelum Membuangnya ke Laut

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 16 April 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 18 2395870 politisi-jepang-diminta-minum-air-limbah-nuklir-fukushima-sebelum-membuangnya-ke-laut-jzoRLjSqgb.jpg Citra udara dari tangki penyimpanan air radioaktif dari PLTN Fukushima Daiichi di Kota Okuma, Prefektur Fukushima. (Foto: Reuters)

BEIJING - Kementerian Luar Negeri China telah meminta politisi di Tokyo untuk menggunakan air limbah Fukushima untuk minum, memasak, mencuci pakaian, atau irigasi untuk membuktikan bahwa air tersebut cukup aman untuk dibuang ke laut. Itu disampaikan menyusul keputusan Jepang untuk membuang air limbah radioaktif itu ke laut.

Berbicara pada Kamis (15/4/2021), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian memperkuat penolakan Beijing terhadap keputusan Tokyo untuk membuang lebih dari satu juta ton air limbah nuklir "yang diolah" ke laut.

BACA JUGA: Jepang Buang Air Radioaktif Fukushima ke Samudra Pasifik, China Prihatin

"Klaim Jepang bahwa keamanan air limbah nuklir hanya bergantung pada data yang diperoleh secara sepihak, yang sama sekali tidak meyakinkan... Perusahaan Tenaga Listrik Tokyo, yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, telah merusak data dan menyembunyikan berita tersebut," kata Zhao sebagaimana dilansir RT. Dia mendesak agar badan-badan internasional dipanggil menyelidiki masalah itu.

Zhao mengatakan bahwa politisi Jepang berada di tengah upaya penyembunyian berita dan menuntut mereka membuktikan keamanan air limbah yang telah diolah itu.

BACA JUGA: Korsel Menentang Keputusan Jepang untuk Buang Air Radioaktif Fukushima ke Laut

“Minta mereka untuk menggunakan air limbah nuklir untuk minum, memasak, mencuci pakaian atau irigasi, dan minta mereka untuk memastikan bahwa makanan laut tidak akan terkontaminasi oleh air limbah nuklir,” kata Zhao.

Juru bicara itu menambahkan, seperti yang ditunjukkan oleh lembaga ilmu kelautan Jerman, pantai Fukushima memiliki salah satu arus laut terkuat di dunia. "Dalam 57 hari sejak tanggal pelepasan, zat radioaktif akan menyebar ke sebagian besar Samudra Pasifik, dan menyebar ke perairan global dalam 10 tahun," kata Zhao.

Pada Senin (22/4/2021), Tokyo mengumumkan akan melepaskan air limbah dari pembangkit nuklir Fukushima, yang meleleh pada 2011, ke laut "dalam waktu sekitar dua tahun" karena kapasitas untuk menyimpan cairan tersebut habis. Rencana tersebut, yang telah banyak dikabarkan menjadi pilihan yang disukai Tokyo, mendapat kecaman dari negara-negara` tetangga Jepang.

Pada 2020, Greenpeace mengklaim bahwa air yang seharusnya diolah masih mengandung “tingkat karbon-14 yang berbahaya,” zat radioaktif yang “berpotensi merusak DNA manusia”. Lebih dari satu juta ton air limbah, yang mengandung radioaktif tritium, telah terkumpul sejak pelelehan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini