Ia menjelaskan apabila sebelumnya disebutkan gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo telah diperbaharui menjadi 6,1 magnitudo. Gempa ini dikatakannya tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan gempa bumi susulan.
Gempa bumi tersebut bila dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas tektonik pada Lempeng Samudera Hindia (outer rise).
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault)," kata Bambang Setiyo Prayitno.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.