"Bahkan, kalau ada amandemen kelima, di antara yang ingin saya dukung dan tegaskan adalah kebebasan yudikatif. Termasuk kebebasan jaksa untuk tidak lagi menjadi anggota kabinet," ujarnya.
Baca Juga: Ahli Bahasa Tak Hadir karena Sakit, Sidang Jumhur Ditunda
Fahri menyebut, perjuangan untuk mewujudkan hal itu belum bisa diketahui kapan terjadinya. Akan tetapi, ia meyakini kumpulnya para aktivitis ini menegaskan bahwa tak ada tawar menawar tentang demokrasi.
"Tapi siapa pun mau di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan, apabila dia menjadi penghalang tegaknya demokrasi kita, maka dia adalah musuh bersama," pungkas dia.
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya; pengamat sosial Rocky Gerung, pakar hukum tata negara Refly Harun, MS Kaban, Ahmad Yani, Natalius Pigai, politikus Demokrat Andi Arief, politikus Gerindra Ferry Juliantono, dan sejumlah aktivis lainnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.