Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KKB Berlabel Teroris, KSP : Sudah Melalui Pertimbangan Matang

Dita Angga R , Jurnalis-Jum'at, 30 April 2021 |17:41 WIB
KKB Berlabel Teroris, KSP : Sudah Melalui Pertimbangan Matang
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD telah mengumumkan bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris. Terkait hal ini Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan bahwa hal ini telah dipertimbangkan secara matang.

“Penyebutan KKB sebagai organisasi/individu teroris diambil dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan masukan dan analisis dari berbagai pihak. Baik di dalam maupun di luar pemerintah,” katanya melalui keterangan persnya, Jumat (30/4/2021)

Selain itu keputusan tersebut juga didasarkan pada fakta-fakta adanya tindakan kekerasan secara brutal dan masif di Provinsi Papua selama beberapa waktu terakhir. Utamanya yang menyasar masyarakat sipil. Termasuk pelajar, guru, tokoh adat) dan aparat, yang dilakukan oleh KKB.

Dia mengatakan sebagaimana dilaporkan oleh Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, secara beruntun KKB melakukan serangkaian kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak sejak awal tahun ini. Diantara pembunuhan tukang ojek di Kampung Ilambet, Ilaga tanggal 9 Februari 2021.

“Pembacokan perempuan di Kampung Juguloma, Beoga tanggal 18 Februari 2021. Kontak tembak antara Paskhas dengan KKB di Bandara Amingganu tanggal 19 februari 2021. Pembunuhan 2 orang guru SD dan SMP di Kampung Juguloma pada tanggal 8 dan 9 April 2021. Pembakaran helikopter milik PT. Arsa Air di Bandara Aminggaru, Ilaga tanggal 11 April 2021,” paparnya.

Lalu pembakaran rumah Kepala Sekolah SMP dan anggota DPRD di Kampung Juguloma, Beoga tanggal 13 April 2021. Kemudian pembunuhan tukang ojek di Kampung Eromaga, Distrik Omukia tanggal 14 April 2021. Pembunuhan pelajar SMAN 1 Ilaga di Kampung Ulomi tanggal 15 April 2021

“Pembakaran rumah Kepala Suku dan guru di Kampung Dambet, Beoga tanggal 17 April 2021. Penembakan Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugrahadi Kampung Dambet, Beoga tanggal 25 April 2021,” lanjutnya.

Baca Juga : KKB Adalah Teroris, Tidak Hanya Polri Menghadapi tapi Juga TNI

Lebih lanjut dia menyebut dari data Gugus Tugas Papua PPKK Fisipol UGM juga menyebutkan bahwa selama 10 tahun terakhir sejak 2010 sampai 2020, pelaku kekerasan di Papua paling banyak adalah KKB. Dimana terdapat kekerasan KKB sebanyak 118 kasus, dibandingkan oleh TNI 15 kasus dan Polri 13 kasus.

“Berdasarkan hasil riset yang sama, mereka yang menjadi korban meninggal dari tindak kekerasan yang terjadi dari total 356 orang adalah masyarakat sipil serta TNI dan Polri sebanyak 93%. Sisanya sebanyak 7% adalah anggota KKB,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement