Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Curhat Pengguna KRL Commuter Line: Berdesakan di Tengah Pandemi Covid-19

Hasan Kurniawan , Jurnalis-Minggu, 02 Mei 2021 |13:53 WIB
Curhat Pengguna KRL Commuter Line: Berdesakan di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi (Foto : Okezone.com)
A
A
A

Upaya yang dilakukan KRL Commuter Line mulai dari tanda mark ditiap gerbong, tiap kursi, antre menuju stasiun, dan sebagainya. Termasuk juga lansia memiliki jam tersendiri. Bahkan, larangan balita naik KRL agar prokes tetap berjalan patut diapresiasi.

Persoalannya, pengguna jasa KRL Commuter Line Jabodetabek tetap banyak dan tidak bisa dibendung. Apalagi, banyak dari penumpang KRL itu memang rela berdesakan, karena biayanya yang murah.

"Kita sebagai masyarakat harusnya juga aware sama masalah ini, bayangkan posisinya. Ngerasa kereta penuh atau ngantri, ya turun dong ke kereta selanjutnya atau pakai mode transportasi lain yang notabenenya kemungkinan mahal," sambungnya.

Menurutnya, persoalan kerumunan dan antrean di KRL Commuter Line Jabodetabek, merupakan masalah bersama. Apalagi, moda transportasi ini masih menjadi primadona dan belum tergantikan.

Keluhan ini pun mendapat jawaban langsung dari pihak @CommuterLine. "Terima kasih. Apresiasinya akan menjadi masukan dan motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk memenuhi kepuasan pelanggan dengan tetap menjaga protokol kesehatan," ungkapnya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, kerumunan yang terjadi di Stasiun Tanah Abang tempo hari berhubungan dengan kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan Pasar Tanah Abang yang juga dipenuhi pengunjung.

Baca Juga : Satgas Penyekatan Mudik Lebaran Gelar Razia di Exit Tol Ngawi, Mobil Bawa Uang Rp2,1 Miliar Bikin Heboh

"Antrean penyekatan pengguna merupakan upaya untuk menjaga agar jumlah pengguna yang dapat naik ke dalam tiap kereta tidak melebihi ketentuan yaitu 74 pengguna per kereta. Pengguna juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh," paparnya.

Dijelaskan dia, frekuensi perjalanan KRL juga tetap dijaga dengan mengoperasikan 984 perjalanan KRL per harinya. Sehingga, prokes Covid-19 tetap dilaksanakan dan cluster Covid-19 bisa dihindari.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement