Beruang Terbesar Eropa Ditembak Mati, Pangeran Liechtenstein Jadi Tersangka

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 06 Mei 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 18 2406567 beruang-terbesar-eropa-ditembak-mati-pangeran-liechtenstein-jadi-tersangka-BGex8WgVuV.jpg Arthur ditembak mati pada Maret 2021. (Foto: Agent Green)

BUCHAREST - Para pegiat lingkungan mencurigai seorang pangeran Liechtenstein menembak mati, mungkin beruang terbesar yang masih hidup di Uni Eropa (UE), dalam ekspedisi berburu di Rumania pada bulan Maret.

Mereka mengatakan Pangeran Emanuel von und zu Liechtenstein telah diberi izin untuk menembak seekor beruang betina yang telah menyebabkan kerusakan di beberapa peternakan.

Tapi beruang yang ditembak bukan betina melainkan Arthur, seekor beruang cokelat berusia 17 tahun.

BACA JUGA: Hilang Saat Berjalan-jalan, Perempuan AS Ditemukan Tewas Diganyang Beruang

Sang Pangeran, yang tinggal di Austria, belum memberikan tanggapan, dan upaya BBC untuk menghubunginya tidak berhasil.

"Kami tidak punya masalah pribadi dengan pangeran," kata Gabriel Paun dari kelompok Lingkungan Agent Green kepada BBC. "Kami yakin asosiasi berburu memenuhi kebutuhannya."

Kantor Pangeran Herediter Liechtenstein mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka tidak mengetahui latar belakang "masalah pribadi dan personal" itu. Tapi kantor itu menekankan bahwa alam "telah menjadi salah satu perhatian fundamental dari rumah dan merupakan elemen sentral dari komitmen keluarga untuk keberlanjutan ekologi dan sosial".

Penjaga lingkungan nasional Rumania telah meluncurkan penyelidikan atas kematian beruang itu.

BACA JUGA: Ritual Baptis Tewaskan Bayi, Gereja Ortodoks Ini Dikecam

Tidak ada verifikasi bahwa izin berburu diberikan kepada pangeran. Namun, Agent Green telah memperlihatkan bocoran dokumen yang tampaknya merupakan izin dari pihak berwenang ke asosiasi perburuan di Covasna yang memberikan pangeran beberapa hari di bulan Maret, dan merinci kematian beruang di Desa Ojdula di Transylvania.

Perburuan trofi dilarang di Rumania pada 2016 karena beruang cokelat dilindungi berdasarkan arahan UE. Tapi perburuan diperbolehkan untuk beruang "bermasalah" yang menyebabkan kerusakan.

Para pegiat mengatakan seorang petani setempat telah mengeluhkan masalah dengan tiga betina dan anaknya beberapa waktu lalu, tetapi pembunuhan pada Maret belum menyelesaikan masalah tersebut.

"Untuk mendapatkan (izin) derogasi, Anda harus membuktikan bahwa Anda telah melakukan semua uji tuntas. Derogasi adalah pengecualian dan bukan aturan," kata Paun.

"Begitu Anda mengeluarkan beruang besar dari populasi, Anda mulai membuat populasi tidak stabil sehingga dia memiliki peran penting". Dia khawatir tanpa beruang seperti Arthur ada risiko kawin sedarah di antara para beruang.

Menteri Lingkungan Tanczos Barna membenarkan bahwa izin telah dikeluarkan untuk menyingkirkan beruang pengganggu tetapi tidak memberikan rincian siapa yang menerimanya.

Kepala badan perlindungan Penjaga Lingkungan Nasional Rumania, Octavian Berceanu, mengatakan penyelidikan telah dibuka minggu lalu tentang mengapa beruang jantan ditembak dan perburuan adalah salah satu kecurigaan dari kasus tersebut.

Karena perempuan jauh lebih kecil dari Arthur, para aktivis percaya bahwa pejantan alpha yang lebih tua sengaja ditargetkan karena nilai trofi 592,8 poin dari maksimum 600.

Ann-Kathrin Freude dari kelompok lingkungan Austria VGT mengatakan kepada BBC bahwa sejauh yang mereka ketahui, penembakan Arthur telah menghasilkan skor tertinggi yang pernah tercatat.

"Benar-benar trofi yang luar biasa bisa mendapatkan salah satu hewan ikonik ini - rasanya seperti anggur yang enak."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini