Semakin Tegang, Hamas Tembakkan 100 Roket ke Israel

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 11 Mei 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 18 2408763 semakin-tegang-hamas-tembakkan-100-roket-ke-israel-LBnWpMMaMG.jpg Hamas tembakkan 100 roket ke Israel (Foto: Reuters)

YERUSALEM – Eskalasi ketegangan antara Palestina dan Israel semakin meningkat. Hamas dilaporkan telah menembakkan serangan roket ke Israel yang semakin menambah ketegangan.

Pada Senin (10/5), Hamas mengatakan telah meluncurkan lebih dari 100 roket ke Israel. Rentetan roket terbaru telah menargetkan Ashkelon, sebuah kota yang terletak cukup dekat dengan perbatasan utara Jalur Gaza.

Militer Israel mengatakan 150 roket ditembakkan dari Gaza. Mayoritas roket dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome.

Saat ini militer Israel melanjutkan operasinya, mengklaim jet Israel telah menyerang "terowongan teror" ofensif di Gaza. Militer mengatakan terowongan itu digunakan untuk memfasilitasi serangan di wilayah Israel.

Merepon hal ini, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengutuk kekerasan terbaru di wilayah tersebut.

(Baca juga: Pejabat Palestina, Israel Kecam Kekerasan di Yerusalem)

"Penembakan roket terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun - dan tentu saja tidak ada kontribusi untuk menyelesaikan konflik, tetapi peningkatan kekerasan baru yang tidak masuk akal," kata Maas dalam sebuah pernyataan.

"Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mencegah korban sipil lebih lanjut,” lanjutnya.

Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan "semua pihak perlu deeskalasi" di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan Inggris "mengutuk penembakan roket ke Yerusalem dan lokasi di dalam Israel." Dia menyerukan penurunan ketegangan di semua sisi.

Duta Besar Uni Eropa untuk Israel Emanuele Giaufret juga mengatakan dia "sangat prihatin" dengan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina.

(Baca juga: Israel Tunda Penggusuran Warga Palestina di Yerusalem)

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan menanggapi dengan keras serangan roket yang datang dari Jalur Gaza.

"Israel akan menanggapi dengan kekuatan besar. Kami tidak akan mentolerir serangan di wilayah kami, ibu kota kami, warga kami dan tentara kami," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan. Dia menuduh Hamas melewati garis merah karena serangannya ke Yerusalem.

"Mereka yang menyerang kami akan membayar mahal," katanya, seraya menambahkan bahwa pertempuran mungkin akan berlangsung "beberapa waktu."

Menurut kantor berita AFP, Mesir dan Qatar dilaporkan bekerja untuk mengurangi ketegangan antara kedua pihak.

Saat ini, otoritas Palestina di Jalur Gaza mengatakan 20 orang tewas setelah serangan udara Israel. Termasuk sembilan anak, dengan 65 orang terluka. Militer Israel mengatakan delapan militan tewas dalam serangan itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini