Mengenal Sistem Pertahanan Kubah Besi Israel yang Dihujani 1.500 Roket Hamas

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 15 Mei 2021 04:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 18 2410343 mengenal-sistem-pertahanan-kubah-besi-israel-yang-dihujani-1-500-roket-hamas-TBLYa7VJRd.jpg Foto: BBC

JAKARTA - Konflik Israel dan Palestina kembali memanas. Dalam sepekan terakhir, militer Israel merilis sebanyak 1.500 roket ditembakkan oleh pejuang Hamas dan kelompok Palestina.

Namun, serangan tersebut berhasil dicegah dengan sistem pertahanan Kubah Besi Israel. Pejabat Israel mengklaim sistem ini 90% sukses dalam menghancurkan roket-roket musuh dari udara, sebelum menyentuh tanah.

Sistem pertahanan Kubah Besi merupakan bagian dari sistem pertahanan rudal Israel yang berbiaya miliaran dolar. Sistem yang disebut Iron Dome itu menggunakan radar untuk melacak roket yang ditembakkan musuh, lalu meluncurkan rudal pencegat untuk menghancurkan roket musuh tersebut di udara.

Teknologi yang digunakan Kubah Besi itu bisa memilah tembakan musuh yang kemungkinan akan mencapai target dan harus dihancurkan, maupun yang meleset. Sehingga hanya roket yang mengarah ke kota atau kawasan padat penduduk yang diprioritaskan untuk dihancurkan dari udara agar lebih efisien.

Setiap rudal pencegat dari Kubah Besi itu berbiaya US$150 ribu atau sekitar Rp2,1 miliar, ungkap harian Times of Israel. Pembuatan Kubah Besi ini berawal dari konflik tahun 2006 antara Israel versus Hizbullah, kelompok yang berbasis di selatan Lebanon.

Hizbullah saat itu menembakkan ribuan roket, menyebabkan banyak kerusakan dan menewaskan puluhan warga Israel.

Baca juga: Minggu Ini, DK PBB Akan Bahas Konflik Israel dan Palestina

Setahun kemudian, Israel mengumumkan perusahaan pertahanan milik negara, Rafael Advanced Defense Systems membuat perisai pertahanan rudal yang baru. Proyek itu mendapat pendanaan lebih dari US$200 juta (sekitar Rp2,8 triliun) dari AS.

Setelah penelitian dan pengembangan bertahun-tahun, sistem ini diuji di medan tempur kali pertama pada 2011, saat merontokkan rudal yang ditembakkan ke kota Beersheba, Israel bagian selatan.

Sistem pertahanan Kubah Besi berhasil menyelamatkan banyak warga Israel. Tim medis Israel mengatakan bahwa roket-roket yang ditembakkan dari Gaza sejauh ini telah menewaskan tujuh orang, termasuk dua anak-anak.

Baca juga: Tak Akui Israel, Timnas Indonesia Pernah Tolak Main dan Lepas Kesempatan Masuk Piala Dunia

Sedangkan jumlah korban jiwa akibat rangkaian serangan udara Israel sudah mencapai 83 jiwa, 17 di antaranya adalah anak-anak, ungkap otoritas kesehatan Palestina

Tidak diragukan bahwa Kubah Besi telah melindungi banyak warga Israel dari rentetan serangan yang bisa menyebabkan banyak kematian, namun bukan berarti sistem ini sudah sempurna.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini