Analis luar negeri BBC, Jonathan Marcus, melaporkan bahwa unit pertahanan di Kota Ashkelon tampaknya tidak berfungsi karena gangguan teknis selama konflik bersenjata terkini antara Israel dan kelompok Palestina di Gaza.
Kritikus mempertanyakan apakah tingkat kesuksesan Kubah Besi sebesar 90% dalam menghalau hujan roket dari Gaza, dapat dipertahankan bila Israel menghadapi lawan yang berbeda di lain waktu.
Yonah Jeremy Bob, editor intelijen dari harian Jerusalem Post, mengatakan bahwa Hizbullah punya kapasitas meluncurkan lebih banyak roket dalam waktu yang lebih singkat, dan ini bisa membuat Kubah Besi kewalahan menghalau tembakan-tembakan rudal itu.
Baca juga: Ini Bukti RI Tidak Pernah Akui Israel sebagai Sebuah Negara
Warga Israel memang patut bersyukur atas peran Kubah Besi dalam menyelamatkan nyawa mereka. Namun Yoav Fromer, pakar politik dari Universitas Tel Aviv, menyatakan bahwa ketergantungan sistem pertahanan itu malah menahan pemerintah Israel untuk mencari solusi jangka panjang secara politis untuk mengatasi konflik.
"Ironisnya, produk sukses seperti Kubah Besi ini menunjukkan gagalnya kebijakan luar negeri, yang langsung memicu peningkatan kekerasan," kata Fromer kepada BBC.
"Bertahun-tahun lamanya kita masih terjebak dalam lingkaran yang sama dalam kekerasan tak berujung ini," ujarnya.
Baca juga: Kicauan Kontroversial Gal Gadot tentang Konflik Israel dan Palestina
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.