Desa di Italia Muncul Kembali Setelah Hilang 71 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 20 Mei 2021 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 18 2412811 desa-di-italia-muncul-kembali-setelah-hilang-71-tahun-DiCIY7sStM.jpg Menara gereja di Desa Curon muncul di atas permukaan air Danau Resia di Italia utara. (Foto: Reuters)

ROMA – Sebuah desa di Italia utara yang hilang 71 tahun lalu kembali muncul karena pengeringan sebuah danau.

Satu-satunya tanda dari 163 rumah di Desa Curon yang hilang biasanya adalah puncak menara gereja abad ke-14 yang muncul di atas permukaan air waduk, Danau Resia, di wilayah Tyrol Selatan.

Di tengah pekerjaan perbaikan, danau itu telah dikeringkan dan mengungkap reruntuhan menakutkan di bawahnya setelah beberapa dekade tenggelam, demikian diwartakan Mirror.

BACA JUGA: Misteri Kerangka Tentara Korban Letusan Gunung Vesuvius 2000 Tahun Silam

Meski mendapat protes dari warga, danau buatan itu dibuat untuk menyediakan tenaga hidroelektrik bagi industri Italia utara, mengorbankan Desa Curon. Desa itu berbatasan dengan Austria dan Swiss, yang berarti banyak warganya yang tidak bisa berbahasa Italia.

Kebingungan muncul setelah penduduk desa yang berbahasa Jerman awalnya mengerti bahwa danau baru itu hanya akan sedalam lima meter sehingga beberapa rumah aman.

Tetapi pemberitahuan Italia yang dipasang di desa itu mengatakan bahwa danau itu sebenarnya akan setinggi 22 meter, menenggelamkan semua rumah.

Pada tahun 1940, sekitar 1.000 penduduk Curon diberi waktu 10 tahun untuk pindah. Mereka dipindahkan ke akomodasi sementara di dekatnya dan ditawari sejumlah uang sebagai kompensasi atas hilangnya rumah dan mata pencaharian mereka.

Sekira 400 dari mereka membuat desa baru di dekatnya sementara sisanya dikatakan telah pindah.

BACA JUGA: Harta Karun Perang Dunia I Ditemukan di Balik Gletser

Danau Resia segera menjadi objek wisata dengan sendirinya karena menara gereja yang ditinggalkan dan menyeramkan yang mencuat di tengah.

Turis dan penduduk setempat sekarang dapat berjalan di atas situs untuk mengambil beberapa foto seram.

Desa itu berada di pertemuan dua danau alami dan dibanjiri pada 1950, memungkinkan pembangkit listrik di Glorenza menghasilkan 250 juta kWh setahun.

Italia mencaplok Tyrol Selatan setelah Perang Dunia Pertama dan rezim Mussolini kemudian melihat dua danau Val Venosta sebagai sumber energi yang menjanjikan untuk industri di utara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini