Share

Survei: Inggris Menjadi Negara Paling Percaya pada Vaksin Covid-19, Israel di Posisi Kedua

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 04 Juni 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 18 2420163 survei-inggris-menjadi-negara-paling-percaya-pada-vaksin-covid-19-israel-di-posisi-kedua-PZKaQ5c1az.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Reuters)

INGGRIS Inggris menjadi negara yang memiliki tingkat keyakinan paling tinggi terhadap vaksin Covid-19. Hampir sembilan dari 10 orang mengatakan mereka mempercayai vaksin tersebut.

Survey ini dilakukan Tim Imperial College London ke orang-orang di 15 negara.

Di Inggris, 87% responden melaporkan bahwa mereka percaya pada vaksin itu. Lebih dari setengah dari semua orang dewasa kini telah disuntik vaksin lengkap.

Isrel berada di posisi kedua dengan 83% orang menyatakan keyakinannya pada vaksin. Adapun Jepang melaporkan tingkat kepercayaan terendah yakni 47%.

Tim yang telah memantau sikap masyarakat terhadap vaksinasi sejak November ini mengatakan kepercayaan secara keseluruhan telah meningkat.

Tetapi mereka mengatakan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pada vaksin.

Salah satunya yakni di negara-negara di mana vaksin belum tersedia secara luas. Alasan paling umum tidak melakukan vaksinasi Covid-19 adalah karena tidak tersedianya vaksin tersebut.

(Baca juga: Dubes RI untuk Inggris Desra Percaya Serahkan Surat Kepercayaan ke Ratu Elizabeth)

Sementara itu, upaya vaksinasi Jepang dimulai terlambat dan terhambat oleh kekurangan pasokan dan rintangan organisasi.

Kekhawatiran lain yang disorot dalam pengawasan pada potensi efek dan keamanan. Ini juga menunjukkan kepercayaan pada otoritas kesehatan yang bervariasi.

Survei ini juga mencatat orang-orang di Inggris memiliki tingkat kepercayaan tertinggi bahwa otoritas kesehatan akan memberi mereka vaksin yang efektif, yakni sebanyak 70%. Sedangkan di Korea Selatan (Korsel), angkanya hanya tercatat v42%

Sarah Jones, salah satu proyek di Imperial College London, mengatakan bahwa kepercayaan meningkat.

“Namun, temuan kami menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengumumkan kepada publik tentang keamanan dan efektivitas vaksin virus corona,” terangnya.

"Kami berharap bahwa berbagi informasi yang dikemukakan oleh orang-orang akan tepat pada waktunya dan tepat sasaran dari pemerintah yang akan mengumumkan dan mendidik masyarakat tentang pentingnya program-program,” lanjutnya.

(Baca juga: Kisah Pramugari di Jet Pribadi Miliarder, Dibelikan Hadiah Mewah hingga Berhubungan Seks)

Melanie Leis, yang ikut memimpin proyek tersebut, mengatakan dari data yang terkumpul, pihaknya melihat bahwa orang mempercayai vaksin Covid-19 yang berbeda ke tingkat yang berbeda-beda pula.

"Ini adalah kesempatan bagi para pemimpin untuk merespons dan membantu meningkatkan kepercayaan pada semua rekomendasi rekomendasi yang disetujui, mendukung program untuk menjangkau lebih banyak orang dan mengekang pandemi secara lebih efektif,” ungkapnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini