NEW DELHI - Anggota keluarga pasien yang meninggal karena Covid-19 diduga diminta mengidentifikasi orang yang mereka cintai dari tumpukan besar mayat yang dibungkus dengan kantong plastik. Tumpukan besar itu dibuang di kamar mayat di sebuah rumah sakit pemerintah di India.
Rumah Sakit Pemerintah Theni K Vilakku di negara bagian Tamil Nadu selatan mendapat kecaman dari anggota keluarga pasien. Mereka terkejut ketika diminta staf rumah sakit pada Selasa kemarin untuk memasuki kamar mayat dan memeriksa tumpukan mayat tersebut untuk mengidentifikasi kerabat mereka.
Pemimpin RS Theni K Vilakku, Balaji Nathan, membenarkan hal tersebut kepada The Independent. Ia mengatakan insiden itu adalah "keadaan yang menyedihkan dan menyedihkan."
Lebih dari 11 mayat yang dikemas dalam lembaran plastik disimpan di lantai kamar mayat, menjadi viral di media sosial.
Keluarga juga terlihat menangani jenazah anggota keluarga sendiri tanpa mengenakan alat pelindung diri. Ini bertentangan dengan protokol Kementerian Kesehatan untuk penanganan jenazah Covid-19.
Mr Nathan mengatakan biasanya satu petugas diizinkan masuk ke kamar mayat untuk mengidentifikasi mayat. Namun, dalam kasus ini, karena ada tumpukan mayat dari malam sebelumnya, tiga anggota staf mengizinkan kerabatnya masuk.
“Sangat disayangkan dua petugas kamar mayat dan satu petugas keamanan membiarkan anggota keluarga di kamar mayat. Ini ruangan yang sangat kecil,” kata Nathan kepada The Independent.
“Ini adalah hilangnya keamanan kamar mayat. Jenazah terkait Covid dibuang dari waktu ke waktu di siang hari, tetapi gambarnya dari pagi hari setelah stagnasi mayat pada malam hari,” tuturnya.
Baca Juga : India Pesan 300 Juta Vaksin Covid-19 yang Tidak Disetujui