Indonesia Desak ASEAN Segera Tunjuk Utusan untuk Mediasi di Myanmar

Antara, · Senin 07 Juni 2021 23:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 18 2421632 indonesia-desak-asean-segera-tunjuk-utusan-untuk-mediasi-di-myanmar-DIv16FbZAw.jpeg Menlu Retno Marsudi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mendesak negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk segera menunjuk utusan unutk melakukan mediasi dalam pihak-pihak yang bertikai di Myanmar. Desakan ini merupakan tindak lanjut dari konsensus lima poin yang telah dicapai sebelumnya.

Pernyataan tersebut dikatakan Menlu RI dalam konferensi pers yang digelar, menyusul pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN dan China yang diselenggarakan di Chongqing, China pada Senin (7/6/2021).

Dalam kunjungannya ke Chongqing, Retno juga mengikuti pertemuan informal dengan para menlu ASEAN, di mana Ketua dan Sekretaris Jenderal ASEAN memberikan briefing terkait kunjungan mereka ke Myanmar baru-baru ini.

Dalam pertemuan itu, Ia pun menekankan bahwa ASEAN telah sukses menyelenggarakan ASEAN Leaders’ Meeting pada 24 April lalu, yang menghasilkan konsensus berisi lima poin, dan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mudah.

Baca juga: Menlu Sebut Tiga Pimpinan Negara Tak Hadiri ASEAN Leaders Meeting

“Mandat dari pemimpin ASEAN mengenai five points of consensus sudah sangat jelas. Saya ulangi, sudah sangat jelas. Dan tugas bagi para menteri luar negeri ASEAN adalah memastikan tindak lanjut dapat dilakukan segera,” tegas Menlu Retno Marsudi.

Oleh karena itu, katanya, ASEAN perlu segera melakukan penunjukan utusan khusus untuk upaya mediasi di Myanmar. “Penunjukan special envoy harus segera dilakukan,” kata dia.

Dia pun menegaskan bahwa utusan khusus harus dibekali panduan kebijakan yang jelas sesuai mandat dari konsensus yang berisi lima poin itu. Selain itu, utusan khusus juga harus mendapatkan akses untuk berbicara dan ini tentunya memerlukan komitmen dari militer Myanmar.

Baca juga: ASEAN Leaders Meeting Digelar untuk Perdamaian Rakyat Myanmar

“Saya juga tekankan bahwa hal ini merupakan mandat yang sudah jelas tercantum di dalam five point of consensus yaitu berkomunikasi dengan semua pihak, karena tanpa dapat melakukan komunikasi dengan semua pihak, maka akan sulit bagi special envoy untuk menjalankan tugasnya,” ujarnya.

Selain itu, kata Menlu, Indonesia juga menekankan bahwa semua proses implementasi five point of consensus tersebut harus dilakukan secara transparan agar kesatuan ASEAN dapat terus terjaga.

“Dari diskusi terbuka yang dilakukan harus diakui perlu komitmen yang lebih kuat, agar implementasi dapat lebih cepat dilakukan.Dan Indonesia benar-benar berharap implementasi five point of consensus dapat segera didorong setelah pertemuan ini dengan, sekali lagi proses yang transparan,” tutur Retno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini