"Yang pertama moderasi beragama, kemudian yang kedua revitalisasi KUA (Kantor Urusan Agama) digitalisasi program. Kemudian tentu saja sektor pendidikan karena Kementerian Agama juga punya tanggungjawab di sektor pendidikan, yaitu madrasah dan pesantren. Lalu ada juga program kemandirian pesantren," tambah Ketua PP Muhammadiyah itu.
Baca juga: Simak! Ini 5 Alasan Kemenag Batalkan Keberangkatan Jamaah Haji 2021
Sementara itu, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi kunjungan dari Menko PMK dalam melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian program.
"Kami senang mendapat arahan dan langkah teknis yang harus kami lakukan dan sinergikan. Kami mendapatkan suatu yang baru dari Menko PMK," jelasnya.
Di samping itu, kedua menteri tersebut juga menegaskan bahwa dana haji aman meski para jemaah batal berangkat tahun ini. Pemerintah memutuskan pembatan haji tahun ini semata-mata karena pertimbangan keselamatan jemaah.
(Fakhrizal Fakhri )