5 Bocah Laki-Laki Dicabuli Temannya Gegara Video Porno

Yunibar, iNews · Rabu 09 Juni 2021 22:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 512 2422729 5-bocah-laki-laki-dicabuli-temannya-gegara-video-porno-OnO8xbgTQk.jpg Polres Tegal konpers kasus pencabulan anak di Tegal, Jawa Tengah

TEGAL – Sebanyak lima anak laki-laki di Kota Tegal, Jawa Tengah menjadi korban pencabulan tiga teman bermainnya. Aksi pencabulan sesama jenis itu dipicu akibat pelaku sering menonton konten berbau pornografi sesama jenis melalui telepon pintar (smartphone).

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari saat menggelar konferensi pers bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) di Mapolres Tegal Kota, Rabu (9/6/2021).

“Modusnya bujuk rayu, ancaman kekerasan, dan menyuruh orang lain melakukan perbuatan cabul terhadap teman-teman bermainnya,” kata AKBP Rita didampingi Ketua LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto dan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias.

Baca Juga:  Dosen Unej Jadi Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur, Janji Bakal Kooperatif

Rita mengungkapkan, kelima korban yakni berinisial A (8), A (7), R (10), R (7), dan W (10). Sementara ketiga pelaku berinisial D (14), R (12), dan Z (14) yang juga masih berstatus pelajar.

Kedelapan anak tersebut, merupakan teman main sehari-sehari dalam satu kelompok. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan di tiga tempat seperti di rumah, pos kampling, dan musala dalam kurun waktu 2019 hingga Mei 2021.

Mirisnya, kata Rita perbuatan tidak senonoh oleh pelaku yang masih di bawah umur lantaran keseringan menonton konten berbau pornografi sesama jenis melalui handphone mereka.

“Aksi tidak senonoh itu dilakukan para pelaku di suatu tempat dengan terlebih dulu mereka akan menganiaya korban jika tidak mau menuruti keinginannya,” tuturnya.

Baca Juga:  Bejat! Guru Ini Cabuli 4 Siswanya Selama 2 Tahun

Kasus tersebut, kata Rita, terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya perbuatan para pelaku. Kemudian, warga melaporkan ke pihak kepolisian.

“Motif pelaku, memenuhi hasrat seksual akibat pelaku menyaksikan konten-konten pornografi sesama jenis melalui handphone yang dilakukan di sela-sela tanpa pengawasan orangtua,” terangnya.

Para pelaku diancam Pasal 82 Ayat (1) jo Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang.

Rita mengimbau kepada para orangtua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya. Jangan sampai, mereka menjadi korban maupun pelaku kejahatan.

Sementara Kak Seto sapaan akrab Ketua LPAI mengatakan, pada dasarnya semua anak itu baik, hebat dan cerdas. Perilaku anak merupakan proses dia belajar.

Ia berharap dalam situasi pandemi Covid-19 masyarakat khususnya para orangtua untuk lebih memperhatikan dalam mengawasi anak-anaknya selama di rumah. "Artinya, dia perilaku baik karena pengaruh lingkungan yang baik, tetapi kalau anak melakukan tindakan buruk itu karena pengarung lingkungan," ujar Kas Seto, Rabu (9/6/2021).

Seto menjelaskan, anak yang menjadi pelaku tindak kekerasan masih bisa dipulihkan. Namun dia membutuhkan lingkungan yang kondusif.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini