4 Hari Pencarian, TKA China Tenggelam di Sungai Konawe Belum Ditemukan

Antara, · Kamis 10 Juni 2021 22:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 340 2423350 4-hari-pencarian-tka-china-tenggelam-di-sungai-konawe-belum-ditemukan-QxqxWFg0rR.jpg Pencarian TKA China di Sungai Konawe (Foto: Antara/Humas Basarnas Kendari)

KENDARI - Tim Basarnas Kendari belum menemukan tenaga kerja asing (TKA) bernama Chang Yang (30) asal China yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Pencarian telah dilakukan selama empat hari.

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi di Kendari, Sultra mengatakan pencarian TKA yang bekerja di perusahaan tambang nikel PT Obsidian Stainlies Stell belum menemukan hasil sejak operasi pencarian dilakukan pada Senin 7 Juni 2021.

"Hingga hari ini memasuki pukul 17.30 Wita, Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi SAR dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan besok pagi pada pukul 06.00 Wita," kata Aris, Kamis (10/6/2021) malam.

Baca Juga:  TKA China Tenggelam di Sungai Sampara Kendari, Basarnas Lakukan Pencarian

Ia menyampaikan, operasi pencarian korban dilakukan tim gabungan dengan menyasar daerah lokasi kejadian kecelakaan (LKK) yaitu di muara Sungai Sampara, Kecamatan Kapoiala, Konawe.

Pencarian korban melibatkan unsur gabungan delapan tim penyelamat Basarnas Kendari, penyelamat Unit Siaga SAR Konawe Utara, lima dari BPBD Konawe, satu dari Polsek Bondoala, tiga orang dari Polairut Konawe Utara, dan dua ornag dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Molawe.

Namun Aris, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi melalui Unit Siaga SAR Kabupaten Konawe Utara bahwa nelayan setempat melihat tanda-tanda keberadaan TKA itu.

"Berdasarkan Sarmap dan info yang diterima dari nelayan melalui Unit Siaga SAR Konawe Utara bahwa di sekitar perairan Molawe, Kabupaten Konawe Utara terlihat adanya tanda-tanda keberadaan korban sehingga posko berpindah ke Desa Molawe," jelas dia.

Baca Juga:  Tragis! Tiga Bocah Tewas Tenggelam di Proyek Kanal Banten Lama

Sebelumnya, Basarnas Kendari menerima informasi hilangnya korban pada Senin 7 Juni malam dari seorang bernama Ilham Ilyas yang melaporkan bahwa korban hilang sejak Minggu 6 Juni.

Berdasarkan laporan tersebut, tim penyelamat Basarnas Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan (LKK) untuk memberikan bantuan SAR.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini