Amnesty: Ciptakan Situasi Mengerikan, China 'Ingin Hapus' Keyakinan Islam dan Etno-Kultural Muslim Uighur

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 12 Juni 2021 09:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 18 2424032 amnesty-ciptakan-situasi-mengerikan-china-ingin-hapus-keyakinan-islam-dan-etno-kultural-muslim-uighur-qxmLs7GXQH.jpg Foto: Reuters.

Penulis laporan Amnesty, Jonathan Loeb, mengatakan dalam konferensi pers Kamis kemarin bahwa penelitian mereka "tidak mengungkap bahwa semua bukti tentang kejahatan genosida telah muncul" namun bahwa penelitian tersebut "baru menyentuh permukaan".

China selalu menolak semua tuduhan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

'Kekerasan dan intimidasi'

Para pengamat umumnya sepakat bahwa China telah menahan sebanyak satu juta Uighur dan Muslim lainnya serta memenjarakan ratusan ribu orang lainnya dalam tindakan kerasnya di Xinjiang, yang dimulai pada 2017.

Telah ada banyak laporan tentang penyiksaan fisik dan psikologis di dalam penjara dan kamp tahanan di wilayah tersebut.

China juga telah dituduh berusaha mengurangi angka kelahiran dan kepadatan populasi melalui sterilisasi, aborsi, dan transfer populasi secara paksa; serta menyasar para pemimpin agama untuk menghentikan berbagai tradisi agama dan budaya.

Kamp yang diduga digunakan untuk penahanan Uighur di Xinjiang, China.

Beijing menampik semua tuduhan itu, dan mengatakan bahwa kamp-kamp di Xinjiang adalah program vokasi dan deradikalisasi yang dapat dihadiri secara sukarela untuk melawan terorisme di wilayah tersebut.

Dalam laporannya, Amnesty mengatakan bahwa kontra-terorisme tidak menjelaskan secara masuk akal penahanan massal yang terjadi di wilayah tersebut, dan bahwa tindakan pemerintah China menunjukkan "niat yang jelas untuk menyasar sebagian populasi Xinjiang secara kolektif atas basis agama dan etnisitas serta menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk menghapus keyakinan agama Islam serta praktik etno-kultural Muslim Turki".

Amnesty mengatakan bahwa mereka percaya orang-orang yang dibawa ke jejaring kamp di Xinjiang "dihadapkan pada program indoktrinasi tanpa henti serta penyiksaan fisik dan psikologis".

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini