Kisah La Peregrina, Mutiara Paling Terkenal di Dunia

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 12 Juni 2021 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 12 18 2424139 kisah-la-peregrina-mutiara-paling-terkenal-di-dunia-lxX19gsEFx.jpg La Peregrina, mutiara paling terkenal di dunia. (Foto: AFP via Getty Images)

KALA itu, pada musim semi 1969 di sebuah apartemen mewah di lantai atas Caesar's Palace di Las Vegas, aktris legendaris Elizabeth Taylor berada dalam kepanikan yang membabi-buta.

Perhiasan yang paling dicintainya, mutiara alami berbentuk tetesan air sepanjang 25,5 milimeter yang baru saja dibelikan oleh suaminya, Richard Burton, lenyap.

Mutiara yang dimaksud - dikenal sebagai La Peregrina - adalah salah satu mutiara yang paling terkenal dalam sejarah dunia, dihargai karena ukurannya, bentuknya yang sempurna, dan asal-usulnya yang mengesankan.

BACA JUGA: Dukung Kamala Harris, Suporter Siap Pakai Mutiara di Hari Pelantikannya

Sebelum diempu oleh Elizabeth Taylor, La Peregrina secara silih berganti dimiliki oleh beberapa dinasti paling kuat dalam sejarah Eropa.

Mutiara ini juga tampil dalam lukisan potret karya sejumlah seniman, termasuk Peter Paul Rubens dan Diego Velázquez.

Dalam kepanikan, Taylor berlutut, menjelajahi setiap bagian karpet apartemennya yang mewah, namun semua upayanya sia-sia.

Dia kemudian melihat salah satu anjing ras Pekinese yang ia pelihara sedang mengunyah sesuatu.

BACA JUGA: Ini Bedanya Perhiasan Mutiara Air Laut dengan Air Tawar

"Saya dengan santai membuka mulut anak anjing itu", tulisnya dalam bukunya Elizabeth Taylor: My Love Affair with Jewellery, "dan di dalam mulutnya ada mutiara paling sempurna di dunia."

Kisah hidup La Peregrina yang indah membuka pintu untuk menguak peran penting yang dimainkan mutiara itu dalam budaya manusia sebagai penanda keindahan, kekuatan, dan kekayaan.

Foto-foto Elizabeth Taylor acap kali menangkap hasratnya akan mutiara alami.

Mutiara identik dengan glamor dan ketenaran pada 1950-an dan 1960-an, dikenakan oleh para perempuan seperti Coco Chanel, Jackie Kennedy dan Marilyn Monroe: para selebritas aristrokat pada abad ke-20.

Tetapi signifikansi mutiara dalam budaya bisa ditarik jauh ke belakang dalam sejarah: diyakini bahwa bukti paling awal perburuan mutiara berasal dari tahun 5000-an Sebelum Masehi (SM) di berbagai situs di pantai Samudra Hindia.

Elizabeth Taylor menjadi salah satu pemilik La Peregrina.

Obsesi terhadap mutiara memicu terciptanya jaringan perdagangan tertua di dunia yang menghubungkan pusat mutiara di pantai India, Sri Lanka, Teluk Persia dan Laut Merah dengan kota-kota kuno di dunia.

Mutiara dianggap melambangkan Aphrodite, dewi cinta Yunani, yang diyakini lahir dari laut.

Aprhodite sering digambarkan muncul dari cangkang atau mengenakan anting-anting mutiara dalam seni Romawi, seperti dalam lukisan dinding Pompeii yang berasal dari abad ke-1 Masehi.

Sepasang mutiara dan kecantikan ideal ditempa sangat awal dalam sejarah seni.

Bangsa Romawi bisa dibilang sangat fanatik terhadap mutiara. Pada abad ke-1 SM, Pliny the Elder menggambarkan bagaimana "peringkat teratas dari semua hal yang berharga dipegang oleh mutiara".

Potret mumi yang ditemukan di cekungan Faiyum yang diduga hidup di masa Mesir Romawi, menunjukkan hasrat pada kalung dan anting mutiara, kendati mungkin yang dimiliki orang-orang pada masa itu hanyalah mutiara palsu yang dibuat dari perak dan kaca.

Adapun, mutiara yang asli bernilai sangat tinggi sehingga seorang jenderal Romawi pada abad ke-1 M, menurut Suetonius, dapat mendanai ekspedisi militer dengan menjual salah satu mutiara ibunya saja.

Suetonius juga mengeklaim bahwa invasi Romawi ke Inggris diilhami oleh kabar keberadaan situs mutiara di sungai negara barbar tersebut.

Simbol suci

Bahkan agama dibentuk oleh mutiara. Tamsil tentang Mutiara dalam Injil Matius menampilkan apa yang seharusnya menjadi pemandangan umum di dunia Romawi: seorang pedagang mutiara.

Cerita ajaran moral itu mencatat perbandingan antara mutiara dengan surga yang diutarakan oleh Yesus: "Kerajaan surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang bagus. Ketika ia menemukan mutiara yang sangat berharga, ia pergi dan menjual semua yang dia miliki dan membelinya."

Kelangkaan bentuk dan warna yang murni dari mutiara juga membuatnya menjadi simbol yang tepat untuk Yesus.

Namun penulis-penulis Kristen awal seperti Ephraim dari Suriah, Origenes dan Clement dari Alexandria secara terbuka mengkritik orang-orang yang melihat mutiara hanya sebagai perhiasan dan kehilangan makna Kristen mereka yang sebenarnya.

Namun demikian, pada akhir Abad Pertengahan dan Renaisans, mutiara menghiasi salib yang berfungsi sebagai simbol kemurnian Kristus dan Perawan Maria.

Kekayaan, keindahan, dan kemurnian spiritual: ini semua adalah kualitas yang diasosiasikan dengan mutiara ketika La Peregrina - salah satu mutiara terbesar -ditemukan di Teluk Panama pada akhir tahun 1500-an.

Fakta bahwa mutiara itu langsung dikirim ke Raja Philip II dari Spanyol berbicara banyak tentang geopolitik global pada periode Renaisans, dan menunjukkan asosiasi lain yang dimiliki mutiara dalam seni.

Penaklukan Spanyol dan kolonisasi bagian Dunia Baru dimulai dengan penemuan Cristopher Columbus di akhir 1400-an.

Faktanya, penemuan penting pertama yang dia buat di tanah baru ini adalah kumpulan mutiara yang mengesankan.

Menggaungkan motivasi Romawi untuk ekspansi ke Inggris, Spanyol didorong untuk berkomitmen pada kolonisasi besar-besaran karena Amerika tampaknya merupakan harta karun mutiara.

Jadi, ketika Anda melihat potret seorang Romawi yang mengenakan mutiara - seperti halnya ketika Anda melihat La Peregrina dalam beberapa potret keluarga monarki Spanyol yang memilikinya - perhiasan itu tak hanya menandakan keindahan atau kemurnian.

Namun juga melambangkan koloni eksotik yang menghasilkan uang dan kekuatan tak terukur yang diperoleh melalui imperialisme.

Salah satu contohnya adalah lukisan potret Ratu Spanyol, Margaret dari Austria (istri Raja Philip III) oleh Juan Pantoja de la Cruz yang berpose dengan La Peregrina bertengger dengan bangga di dadanya.

Hal ini mirip dengan lukisan Ratu Elizabeth dari Prancis (istri Raja Philip IV), yang berpose dengan Le Peregrina menghiasi telinganya.

La Peregrina telah dijadikan Permata Mahkota Spanyol, jadi mutiara itu juga merupakan simbol garis keturunan kerajaan.

Disebut-sebut sebagai harta takhta Mahkota Spanyol dalam berbagai memoar abad ke-17, termasuk memoar oleh Duke of Saint-Simon dari Prancis dan Mademoiselle de Montpensier, yang mencatat Raja Philip IV dari Spanyol memakainya dengan anggun di topinya pada saat pesta pernikahan putrinya, Maria Theresa dengan Raja Louis XIV dari Prancis.

Dalam lukisan potret karya Cruz, Velázquez, dan Rubens, semua perempuan tampak agak kaku, formal, dan tidak ekspresif.

Girl with Pearl Earring karya Jan Vermeer menampilkan anting-anting mutiara La Peregrina..

Ini karena batasan yang telah diberlakukan untuk lukisan potret monarki Spanyol - mereka harus membatasi diri pada repertoar pose yang terbatas dan tidak boleh tersenyum.

Perhiasan seperti La Peregrina, harus mengangkat beban berat, melambangkan kemewahan dan kebajikan para perempuan yang ditampilkan dalam potret-potret ini.

Mutiara lain dengan bentuk tetesan yang mirip dengan La Peregrina dimiliki oleh Ratu Mary Tudor di pertengahan tahun 1500-an.

Lukisan potret dirinya pada tahun 1554 oleh Hans Eworth, yang menunjukkan mutiara itu secara mencolok, dimiliki oleh Elizabeth Taylor dan Richard Burton.

Mutiara paling terkenal dalam sejarah seni tidak diragukan lagi adalah mutiara yang dikenakan di seorang gadis dalam lukisan karya Jan Vermeer, Girl with a Pearl Earring (1665), yang ukurannya hampir sama dengan La Peregrina.

Namun, tidak mungkin Vermeer yang miskin bisa mendapatkan akses ke mutiara itu. Oleh karena itu, mutiara dalam lukisannya pastilah imajiner atau mutiara palsu yang terbuat dari kaca yang dipernis.

Vermeer memang memasukkan mutiara dalam sebagian besar lukisannya, biasanya sebagai tanda kekayaan dan status, tetapi kadang-kadang ada subteks tentang keagamaan, seperti lukisan Allegory of the Catholic Faith (1670).

Dalam lukisan itu, mutiara menjadi referensi untuk kemurnian suci. - subjek yang disayangi hati sang seniman, yang adalah seorang Katolik di negara yang mayoritas Protestan.

Pengembaraan La Peregrina

La Peregrina yang asli tetap menjadi milik keluarga kerajaan Spanyol sampai awal 1800-an.

Pada tahun 1808, Napoleon Bonaparte dari Prancis menyerbu Spanyol dan menunjuk saudaranya, Joseph Bonaparte, menduduki takhta Spanyol.

Ketika Prancis diusir dari Spanyol pada tahun 1813, Joseph membawa mutiara itu kembali ke Prancis dan memberikannya kepada saudara iparnya, Hortense de Beauharnais.

Mutiara itu kemudian diwariskan kepada putranya, Charles Louis Napoleon Bonaparte, yang nantinya menjadi Napoleon III, Presiden dan Kaisar Prancis pada pertengahan 1800-an.

Ketika Napoleon III memerlukan uang, ia kemudian menjualnya kepada James Hamilton, Duke of Abercorn dari Inggris.

Istri Hamilton, Louisa, dilaporkan mengalami kepanikan yang sama seperti Elizabeth Taylor.

Ia beberapa kali kehilangan La Peregrina dalam berbagai acara sosial, termasuk di antara bantal di sofa di Istana Buckingham.

Mutiara itu tetap menjadi milik Dukes of Abercorn, hingga akhirnya dibeli oleh Richard Burton dengan nilai US$37.000, atau sekitar Rp 528 juta, dalam sebuah lelang pada 1969.

Setelah mengambilnya dari mulut anjing Pekinese-nya, La Peregrina menjadi salah satu barang berharga milik Elizabeth Taylor.

La Peregrina kemudian diabadikan dalam budaya visual ketika menghiasi leher Taylor dalam berbagai foto dan film ikonik termasuk Anne of the Thousand Days (1969).

Pada bulan Desember 2011, setelah kematian Taylor, La Peregrina dijual dalam sebuah lelang dengan nilai US$11,8 juta, atau sekitar Rp168 miliar kepada pembeli anonim.

Rata-rata, hanya satu dari 10.000 tiram yang akan menghasilkan mutiara dengan nilai sedang.

Peluang untuk menghasilkan satu mutiara dengan skala dan kesempurnaan yang dimiliki La Peregrina tak bisa diperkirakan.

Dalam bahasa Spanyol, La Peregrina berarti "Pengembara" dan pengembaraan keajaiban alam ini, dari tempat tidur tiram Teluk Panama melalui tangan beberapa individu paling bergengsi dalam sejarah dunia, adalah pengingat akan arti mutiara bagi orang yang berbeda selama ini.

Mutiara bukan hanya hiasan, namun juga berbicara kepada kita tentang imperialisme, kekuasaan, kekayaan, kemurnian spiritual dan pemahaman kita tentang keindahan tertinggi.

1
8

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini