Tolak Berikan Burger Gratis ke Polisi, 19 Staf Restoran Cepat Saji Ditangkap

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 15 Juni 2021 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 18 2425222 tidak-berikan-burger-gratis-ke-polisi-19-staf-retoran-cepat-saji-ditangkap-pDYAsGnTBn.jpg Pekerja di restoran cepat saji ditangkap karena tidak memberikan burger gratis (Foto: Reuters)

PAKISTAN - 19 pekerja di sebuah restoran cepat saji di Pakistan ditahan setelah menolak memberikan burger gratis kepada sekelompok petugas polisi pekan lalu.

Staf di restoran Johnny & Jugnu di Lahore ditangkap pada pukul 01.00 (2000 GMT) pada Sabtu (12/6) dan ditahan semalam.

"Ini bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi ... di restoran kami," kata sebuah pernyataan dari restoran burger.

Sembilan petugas polisi yang terlibat dalam insiden itu kini telah diskors.

Pejabat senior polisi provinsi Inam Ghani mengumumkan penangguhan di Twitter. "Tidak ada yang diizinkan untuk mengambil tindakan hukum ke tangannya sendiri. Ketidakadilan tidak akan ditoleransi. Mereka semua akan dihukum,” cuitnya.

(Baca juga: Di Negara Ini, Menari Jadi Terapi Bagi Korban Pemerkosaan)

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook, Johnny & Jugnu mengatakan sekelompok petugas polisi telah pergi ke restoran dua hari sebelum kejadian dan meminta burger gratis.

"Setelah menolak permintaan mereka untuk burger gratis, yang telah menjadi praktik umum bagi mereka, petugas polisi mengancam manajer kami dan pergi, hanya untuk kembali keesokan harinya untuk lebih melecehkan dan menekan tim kami ... dengan argumen tak berdasar," bunyi pernyataan itu.

“Pada 11 Juni, beberapa petugas polisi datang ke... outlet kami dan menahan manajer kami, tanpa memberikan alasan apa pun. Kemudian mereka mengosongkan seluruh cabang kami, mengambil semua kru dapur kami, termasuk yang para manajer,” lanjutnya.

Restoran itu juga mengatakan staf tidak diizinkan untuk menutup dapur, membiarkan "penggorengan masih berjalan, dan pelanggan menunggu pesanan mereka".

(Baca juga: Putin Bantah Klaim AS tentang Serangan Siber)

Para pekerja itu ditahan selama tujuh jam dan mengatakan para petugas "melecehkan mereka, mendorong mereka, semua karena tidak memberi mereka burger gratis".

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan sebelumnya telah menyerukan reformasi kepolisian wilayah Punjab, dengan mengatakan politisi lokal telah menunjuk "kroni" untuk menjalankan kantor polisi.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini