Langgar Gencatan Senjata, Israel Serang Gaza di Bawah Pemerintahan Baru

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 16 Juni 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 18 2425944 langgar-gencatan-senjata-israel-serang-gaza-di-bawah-pemerintahan-baru-32Kt9lJ8LH.jpg Israel serang Gaza pertama kali di bawah pemerintahan baru (Foto: Today News)

ISRAEL - Israel melakukan serangan udara pertama ke Jalur Gaza pada Rabu (16/6) di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett sejak gencatan senjata. Serangan ini sebagai tanggapan atas balon pembakar yang diluncurkan dari wilayah Palestina. Pemadam kebakaran Israel melaporkan balon itu menyebabkan 20 kebakaran di lapangan terbuka di komunitas dekat perbatasan Gaza.

Militer Israel mengatakan pesawatnya menyerang kompleks bersenjata Hamas di Kota Gaza dan kota selatan Khan Younis. BBC melaporkan bahwa tidak ada warga Gaza yang terluka menurut media yang berafiliasi dengan Hamas.

Serangan ini menyusul pawai yang dilakukan beberapa ribu ultra-nasionalis Israel yang mengibarkan bendera meskipun menduduki Yerusalem Timur pada Selasa (15/6) malam. Situasi ini memberikan PM baru tantangan diplomatik dan keamanan pertamanya serta menguji gencatan senjata rapuh yang dicapai sebulan lalu antara Israel dan Hamas.

(Baca juga: Bocah Ini Terima Kotak Mainan Lego Isi Kokain untuk Hadiah Ulang Tahun)

Para pengunjuk rasa berhenti terlebih dahulu di Gerbang Damaskus tetapi dilarang menggunakannya untuk memasuki Kawasan Muslim Kota Tua. Pertemuan yang riuh itu melihat para nasionalis, kebanyakan pemuda, menari sambil meneriakkan “Matilah orang-orang Arab” dan “Semoga rumahmu terbakar,” nyanyian anti-Arab lainnya. Beberapa anggota sayap kanan Knesset, parlemen Israel, menerobos kerumunan untuk menunjukkan dukungan.

Pesan kebencian ini dikutuk oleh Yair Lapid, pemimpin sentris Yesh Atid, partai terbesar dalam koalisi pemerintahan yang menggulingkan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri pada Minggu (13/6).

(Baca juga: Momen Aneh, Ribuan Lebah Kerumuni Mobil BMW yang Diparkir)

"Tidak terbayangkan bagaimana seseorang dapat memegang bendera Israel di satu tangan dan meneriakkan 'Matilah orang Arab' pada saat yang sama," katanya dalam sebuah tweet.

“Ini bukan Yudaisme atau Israel. …Orang-orang ini adalah aib bagi orang-orang Israel,” cuitnya.

Pawai itu diketahui lebih kecil dan lebih damai daripada yang terjadi pada 10 Mei, ketika para ultranasionalis dialihkan dari Gerbang Damaskus pada menit terakhir di tengah bentrokan dengan warga Palestina yang menyebar ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Kala itu, Hamas, kekuatan politik dan milisi di Gaza yang menganggap dirinya sebagai pelindung Yerusalem dan tempat-tempat suci Muslim, melepaskan tembakan rudal ke Israel dan memicu perang 11 hari yang menewaskan 263 warga Palestina dan 13 warga Israel.

Namun, pawai bendera ini menjadi ‘kantong kekerasan’. The Times of Israel melaporkan bahwa 27 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi di jalan-jalan di luar Gerbang Damaskus, dengan polisi menembakkan peluru karet ke beberapa pengunjuk rasa. Tujuh belas orang ditangkap. Beberapa jalan tertutup puing-puing setelah bentrokan, dan api berkobar di beberapa tempat sampah di pinggir jalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini