Kisah Anjing yang Bantu Tenangkan Korban Kejahatan yang Cemas di Pengadilan

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 22 Juni 2021 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 18 2428882 kisah-anjing-yang-bantu-tenangkan-korban-kejahatan-yang-cemas-di-pengadilan-dHDQ5DxGe6.jpg Anjing Lol membantu korban kejahatan yang cemas di pengadilan (Foto: BBC)

PRANCIS - Seorang pria dengan tangan borgol duduk di bangku persidangan menunggu untuk menghadap hakim. Dia telah dikawal ke pengadilan oleh dua petugas polisi dari penjara terdekat.

Sementara itu, seorang ibu dan dua putrinya dengan pengacara mereka, menyesuaikan strategi mereka sebelum sidang pengadilan perceraian.

Ini adalah jenis adegan yang akrab di ruang sidang di seluruh Prancis. Namun ada satu hal yang berbeda, yakni saat kepala jaksa di bagian barat daya Prancis sedang berjalan-jalan di koridor dengan jubah resminya dengan seekor anjing Labrador hitam yang cantik, langsing tapi berotot. Dia adalah Lol.

Pengacara yang letih dan staf pengadilan yang terburu-buru bergegas keluar dari kantor mereka untuk membelai anjing Lol yang berusia lima tahun itu.

Dua tahun lalu, Lol dianggap sebagai anjing pertama di Eropa yang memberikan dukungan hukum resmi di pengadilan kepada korban kejahatan. Terutama mereka yang menderita kekerasan atau pelecehan seksual. Anjing ini mengetahui gedung pengadilan lebih baik daripada penjahat yang melanggar hukum berulang kali.

(Baca juga: Usai Dikabarkan Ditahan dan Ketakutan, Foto Putri Dubai Liburan Viral di Medsos)

Jaksa Frédéric Almendros mendengar tentang eksperimen serupa di kota Seattle barat laut Amerika Serikat (AS) dan memutuskan untuk mencobanya di pengadilannya.

Labrador telah dilatih untuk tetap tenang dengan orang asing, termasuk anak kecil. Dia dapat menangani situasi tegang, vokal, dan emosional seperti pemeriksaan silang, di mana korban perkosaan yang berlinang air mata berhadapan langsung dengan penyerangnya. Di hari liburnya, Lol lebih suka menghabiskannya di kandangnya di stasiun pemadam kebakaran terdekat tempat dia tinggal.

"Setelah memeriksa sebuah kasus, saya meminta bantuan anjing itu jika saya yakin kehadirannya yang menenangkan akan membantu korban membuka diri tentang apa yang terjadi, atau bahkan ketika mereka harus bersaksi di pengadilan," kata Almendros.

"Anjing yang duduk di sebelah mereka di pengadilan sering membantu para korban mengatasi stres dalam persidangan,” lanjutnya.

(Baca juga:Curi Kacang Pistachio Sebanyak 19.000 Kg, Pria Ini Dibekuk Polisi)

Sejauh ini Lol telah muncul dalam 80 investigasi kriminal yang berbeda dengan korban mulai dari usia tiga hingga 90 tahun.

Dalam satu kasus, pasangan lanjut usia (lansia) yang mengalami trauma akibat perampokan dengan kekerasan hanya dapat menjelaskan kepada petugas polisi apa yang terjadi dengan anjing di hadapan mereka.

Alexia Mesthe menjalankan cabang lokal dari badan amal nasional bernama France Victims. Dia dan rekan-rekannya, termasuk pekerja sosial dan ahli hukum, membantu sekitar 600 orang per tahun, di antaranya banyak yang menjadi korban pelecehan seksual dalam rumah tangga.

"Lol telah dilatih untuk meringkuk di samping korban, dan sentuhan fisik itu meyakinkan mereka dan membantu mereka menghadapi tantangan hukum yang akan mereka hadapi," katanya.

Tidak seperti pengadilan di kota-kota besar Prancis di mana pelanggaran terkait narkoba sering terjadi, di sini, di departemen pedesaan Lot, pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga merupakan mayoritas kasus kriminal.

Awalnya Mustapha Yassfy, seorang pengacara keluarga dan ketua asosiasi pengacara setempat, harus membujuk rekan-rekannya yang enggan untuk terlibat dalam proyek persidangan. Tapi sekarang pengacara meminta intervensi Lol ketika mereka pikir itu bisa membantu memajukan kasus.

"Kami percaya dalam program ini, anjing memiliki peran khusus, ia berpartisipasi dalam seluruh proses peradilan dengan membawa kemanusiaan ke sistem hukum," katanya kepada BBC.

Skema ini telah terbukti sangat sukses selama dua tahun terakhir sehingga pengadilan lain di seluruh Prancis telah "meminjam" Lol. Beberapa sekarang memiliki anjing mereka sendiri, termasuk kota Nevers dan Nîmes.

Palais de Justice - gedung pengadilan besar di pinggiran kota Paris, Bobigny, dan salah satu yang tersibuk di Prancis - juga akan mendapatkan anjingnya sendiri.

Faktanya, 20 yurisdiksi pengadilan Prancis diharapkan memiliki anjing pada akhir tahun depan. Golden retriever telah terbukti berguna seperti Labrador.

Saat ini, anjing-anjing di pengadilan tidak memiliki status hukum resmi tetapi itu bisa segera berubah.

Anggota parlemen Prancis Huguette Tiegna dari Partai La République en Marche yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron, bersama dengan 20 rekannya mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) melalui parlemen yang akan memberikan pengakuan hukum kepada hewan dengan alasan mereka membantu para korban.

"Jika RUU itu menjadi undang-undang, itu juga akan memberikan pembiayaan negara dari kementerian kehakiman untuk anjing - langkah penting, karena melatih Lol untuk perannya menghabiskan biaya 17.000 euro (Rp292 juta) dan 11 sebelas bulan," kata Tiegna kepada BBC.

Nama Lol pun langsung terkenal jauh melampaui barat daya Prancis. Dia telah dibawa ke Parlemen Eropa untuk berpartisipasi dalam seminar tentang kejahatan dan bagaimana membantu para korban. Dan ketika Presiden Macron, yang memiliki Labrador hitam ras silang, menghabiskan dua hari di Lot bulan ini, dia bertanya kepada tim untuk menjaga makanan dan sifat Lol.

Kepala jaksa departemen Lot, Frédéric Almendros, mengatakan percobaan berikutnya dimulai pada akhir bulan untuk melihat apakah Lol dapat membantu mereformasi penjahat yang kejam.

"Jika ada yang bisa mengubah pelanggar berulang, itu Lol,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini