Curi Kacang Pistachio Sebanyak 19.000 Kg, Pria Ini Dibekuk Polisi

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 22 Juni 2021 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 18 2428849 curi-kacang-pistachio-sebanyak-19-000-kg-pria-ini-dibekuk-polisi-GkkmP9Vlnf.jpg Kacang pistachio (Foto: Reuters)

CALIFORNIA - Aparat penegak hukum di California Tengah telah memecahkan kasus 42.000 pon (19.000 kg) kacang pistachio yang hilang awal bulan ini.

Kantor Sheriff Tulare County pada Sabtu (19/6) mengumumkan telah melacak kacanga pistachio yang dicuri ke sebuah trailer traktor di tempat parkir lokal.

Polisi mengatakan tersangka pencuri kacang, Alberto Montemayor, 34, telah berencana untuk menjual kembali barang jarahannya.

Industri kacang yang menguntungkan di kawasan ini telah menjadi target pencurian di masa lalu.

Pistachio yang dicuri ditanam oleh Touchstone Pistachio Company, yang menemukan bahwa puluhan ribu kacang hilang dalam audit bulan ini.

Detektif pertanian di Tulare County bekerja sama dengan penyelidik di dua kabupaten lain sebelum melacak kendaraan milik Montemayor, yang bekerja sebagai sopir truk.

(Baca juga: Wanita Ini Diadili Usai Tembak Mati Pelaku Kekerasan Seksual)

Menurut polisi, kacang dipindahkan dari karung asli seberat 2.000 pon (907kg) ke dalam kantong yang lebih kecil untuk dijual kembali. Pistachio yang tersisa dikembalikan ke Touchstone.

Montemayor telah ditangkap dan dimasukkan ke penjara county. Perusahaan belum menanggapi berita penangkapan tersebut.

California Tengah menghasilkan sebagian besar pistachio, almond, dan kenari negara itu, menciptakan hampir 50.000 pekerjaan dan nilai ekonomi lebih dari USD5 miliar (Rp72 triliun).

(Baca juga: China Gagal Penuhi Janji Cari Anak-Anak yang Hilang)

Tapi perampok telah mengganggu distribusi kacang selama bertahun-tahun dengan menyamar sebagai sopir truk untuk mencuri produk dan kemudian menjualnya sebagai milik mereka ke pengecer.

Menurut CargoNet, yang melacak pencurian truk, pencurian kacang mencapai puncaknya antara 2014 dan 2017. Saat itu, industri mengalami kerugian lebih dari USD7 juta (Rp100 miliar).

Ketika kacang dicuri, sulit untuk dilacak, terutama di wilayah di mana truk pengangkut kacang merupakan pemandangan umum.

Para pemimpin industri pertanian telah berhasil membendung gelombang dalam beberapa tahun terakhir dengan memotret dan mencetak jempol, mengharuskan penjual pinggir jalan untuk memiliki izin usaha yang sah dan hanya beroperasi setelah panen, dan memagari kebun kacang.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini