Diduga Mengarang Cerita, Wanita yang Lahirkan 10 Bayi Kembar Diperiksa Kejiwaannya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 22 Juni 2021 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 18 2429152 diduga-mengarang-cerita-wanita-yang-lahirkan-10-bayi-kembar-diperiksa-kejiwaannya-O2w8cGlQQ0.jpg Gosiame Tamara Sithole. (Foto: Mirror)

PRETORIA - Wanita Afrika Selatan yang mengaku telah melahirkan 10 bayi kembar telah dirawat di bangsal penyakit mental karena diduga mengarang cerita tersebut.

Polisi menangkap Gosiame Sithole, (37 tahun), di rumah seorang kerabat dekat Johannesburg pada Kamis (17/6/2021) dini hari. Dia dibawa ke kantor polisi Chloorkop beberapa hari setelah dilaporkan hilang oleh pasangannya Teboho Tsoetsi.

BACA JUGA: Wanita yang Melahirkan 10 Bayi Kembar, Suami: Hoaks

Sithole menjadi berita utama ketika dia mengklaim dia melahirkan decuplets, atau bayi kembar 10, di sebuah rumah sakit di Kota Pretoria. Afrika Selatan pada 7 Juni. Namun, keragian segera muncul dari cerita itu karena anak-anaknya tidak pernah muncul di kamera.

Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan mengatakan penyelidikannya sendiri menyimpulkan bahwa tidak ada bukti bahwa anak-anak itu ada.

Namun, salah satu outlet media lokal bersikeras bahwa kelahiran itu terjadi dan ada yang ditutup-tutupi untuk menyamarkan kelalaian medis.

Polisi mengatakan para wanita itu tidak melakukan kejahatan tetapi melepaskannya ke untuk dirawat oleh staf Departemen Pembangunan Sosial Gauteng, yang kemudian membawanya ke rumah sakit.

BACA JUGA: Sempat Hebohkan Dunia, Wanita yang Lahirkan Bayi Kembar 10 Menghilang

Sithole kemudian menuduh kerabat pasangannya mengambil sumbangan dari masyarakat yang dimaksudkan untuk bayi yang baru lahir, meskipun mereka mengklaim bahwa itu tidak ada.

Pengacara Sithole, Refiloe Mokoena, mengklaim bahwa kliennya ditahan di luar kehendaknya dan bahwa dia akan mengajukan perintah pengadilan untuk menjamin pembebasannya.

Dia mengatakan bahwa kliennya awalnya ditolak akses hukumnya dan permintaannya untuk mengunjungi psikolog swasta ditolak.

"Dia (Sithole) menolak bahwa dia harus dibawa ke Rumah Sakit Tembisa untuk evaluasi kejiwaan karena dia merasa sangat sehat," kata Mokoena kepada wartawan sebagaimana dilansir The Sun.

Menurut situs berita IOL, Sithole telah mengalami "siksaan mental" dan "kelaparan" sejak memasuki rumah sakit.

"Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit Tembisa, dia menjelaskan bahwa melihat bahwa dia sekarang ditahan di luar kehendaknya, saya harus memindahkan perintah pengadilan yang mendesak agar dia dibebaskan," tambahnya.

Sebuah protes terhadap penahanannya akan diadakan oleh kerabat, teman dan aktivis di luar rumah sakit pada Jumat (18/6/2021), meskipun tidak dilaporkan apakah itu dilanjutkan.

Media Independen terus bersikeras bahwa kelahiran itu nyata dan mengklaim telah ada tindakan masif untuk menutup-nutupi untuk menyembunyikan kelalaian medis. Namun, diakui bahwa keberadaan anak-anak itu “tidak diketahui”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini