Festival Anjing Direbus dan Dibakar Hidup-Hidup Mulai Digelar di China

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 23 Juni 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 23 18 2429578 festival-anjing-direbus-dan-dibakar-hidup-hidup-mulai-digelar-di-china-L8jTyQ7IkG.jpg Festival anjing disiksa dan disembelih di China (Foto: Reuters)

“Mengizinkan pertemuan massal untuk berdagang dan mengonsumsi daging anjing di pasar dan restoran yang ramai atas nama festival menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang signifikan,” lanjutnya.

Zhang Qianqian, seorang aktivis hak-hak binatang yang berada di Yulin pada Sabtu (19/6), mengatakan hanya masalah waktu sebelum festival daging anjing dilarang.

“Dari apa yang kami pahami dari percakapan kami dengan penjual daging, para pemimpin mengatakan konsumsi daging anjing tidak akan diizinkan di masa depan,” ujarnya.

“Tapi melarang konsumsi daging anjing akan sulit dan akan memakan waktu lama,” terangnya.

Tahun lalu, sebuah laporan mengungkapkan bahwa anjing yang tak berdaya merintih dan melolong ketakutan sebelum direbus dan dibakar hidup-hidup.

Keith Guo, seorang petugas media PETA Asia, mengatakan kepada Mirror Online para pedagang anjing menyetrum kepala hewan-hewan itu dengan tongkat kemudian membakar mereka dengan obor untuk membakar bulu mereka.

Mereka kemudian dilemparkan ke dalam air mendidih untuk menghilangkan bulu yang tersisa.

Sementara itu, pemerintah sedang menyusun undang-undang baru untuk melarang perdagangan satwa liar dan melindungi hewan peliharaan, dan para juru kampanye berharap bahwa tahun ini akan menjadi yang terakhir kalinya festival diadakan.

Virus corona, yang diyakini berasal dari kelelawar tapal kuda sebelum berpindah ke manusia di sebuah pasar di kota Wuhan, telah memaksa China untuk menilai kembali hubungannya dengan hewan, dan telah berjanji untuk melarang perdagangan satwa liar.

Pada April lalu, Shenzhen menjadi kota pertama di China yang melarang konsumsi anjing, dan wilayah lainnya diharapkan mengikuti hal itu.

Kementerian pertanian juga memutuskan untuk mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan daripada ternak, meskipun masih belum jelas bagaimana reklasifikasi akan mempengaruhi perdagangan Yulin.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini