Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino III Meninggal di Usia 61 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 24 Juni 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 18 2430186 mantan-presiden-filipina-benigno-aquino-iii-meninggal-di-usia-61-tahun-RVpUzrpJpL.JPG Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino III. (Foto: Reuters)

MANILA - Mantan Presiden Filipina Benigno Aquino III meninggal dunia di usia 61 tahun pada Kamis (24/6/2021). Aquino memimpin Filipina dari 2010 hingga 2016 dan mendorong perubahan ekonomi yang signifikan di negara itu.

“Dengan kesedihan yang mendalam saya mengetahui pagi ini tentang meninggalnya mantan Pres. Benigno Aquino,” kata hakim Mahkamah Agung Marvic Leonen dalam sebuah pernyataan yang dilansir RT pada Kamis.

BACA JUGA: Ini Dia Presiden Pembasmi Para Koruptor

"Merupakan suatu kehormatan untuk melayani bersamanya. Dia akan dirindukan."

Manila Bulletin, mengutip anggota keluarga, melaporkan bahwa Aquino dilarikan ke rumah sakit di Kota Quezon pada Kamis pagi, di mana dia meninggal karena gagal jantung.

Dikenal dengan nama panggilannya 'Noynoy,' mantan pemimpin itu adalah keturunan dari dua tokoh besar dalam politik Filipina, dengan ibunya Corazon Aquino memimpin gerakan 'Kekuatan Rakyat' dan menjabat sebagai presiden antara 1986 dan 1992. Dia adalah kepala negara wanita pertama di Filipina.

Aquino terluka dalam upaya kudeta 1987 yang gagal terhadap pemerintah ibunya, di mana ia ditembak lima kali dan tiga pengawal pribadinya tewas.

Ayahnya, Benigno Aquino, pernah menjadi senator oposisi yang populer dan sering mengkritik rezim otoriter Ferdinand Marcos. Setelah kembali dari pengasingan di Amerika Serikat pada 1983, sang ayah dibunuh dalam insiden yang membantu meningkatkan perlawanan publik terhadap Marcos.

BACA JUGA: Presiden Filipina Pacaran dengan Perempuan Korsel

Putri Marcos, Imee, yang sekarang menjabat sebagai senator, juga mengonfirmasi kematian Aquino pada Kamis, dengan mengatakan bahwa dia memiliki “jiwa yang baik dan sederhana” dan bahwa dia akan sangat dirindukan.

Lahir 8 Februari 1960, Aquino memperoleh gelar di bidang ekonomi dari Universitas Ateneo de Manila, kemudian memulai karier politik, pertama sebagai anggota kongres, kemudian sebagai senator.

Selama masa jabatannya sebagai presiden, ia mengawasi pertumbuhan ekonomi tercepat di Filipina sejak 1970-an, dengan ekonomi negara berkembang rata-rata 6,2% per tahun, melebihi 7% dua kali, menurut Bloomberg.

Setelah masa jabatan keduanya berakhir pada 2016, Aquino tidak memenuhi syarat untuk dipilih kembali di bawah Konstitusi Filipina. Dia kemudian digantikan oleh presiden saat ini Rodrigo Duterte.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini