Direktur Inisiatif Strategis Untuk Trasnportasi (Intrans), Dharmanigtyas menjelaskan, kenaikan tarif parkir memang salah satu instrumen pengendalian lalu lintas. Menurutnya, hal itu akan efektif bila layanan transportasi sudah memadai.
Sejauh ini, Tyas melihat layanan trasnportasi di Jakarta sudah semakin baik dan tahapan integrasi antar moda pun sedang dilaksanakan. Misalnya saja integrasi halte CSW TransJakarta dengan Stasiun MRT Asean. Kemudian integrasi stasiun kereta Commuter dengan Trasnjakarta yang sudah dibangun di empat stasiun sebelumnya. Bahkan, rencanan tarif tiket pembayaran akan berada dibawah satu tiket pada Agustus mendatang.
"Saya kira layanan angkutan umum sudah baik dan terus ditingkatkan. Beberapa stasiun tengah dibangun terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Saya setuju kalau tarif parkir dinaikan,"ungkapnya.
Kendati demikian, Tyas meminta pemberlakuan naiknya tarif parkir menunggu masa pandemi Covid-19 selesai sambil menunggu peningkatan layanan transportasi yang tengah dikebut saat ini.
"Tunggu Covid-19 selesai baru diberlakukan,"ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Yuke Yurike menuturkan, selain peningkatan layanan umum, Pembatasan kendaraan baik dengan kenaikan retribusi parkir atau jalan berbayar harus dibarengi dengan penyedaian park and ride.
"Apakah Pemprov DKI sudah mampu menyediakan fasilitas parkir off street dengan jumlah dan pelayanan memadai. Kemudian apabila masyarakat didorng untuk meninggalkan kendaraannya dirumah atau dilokasi park and ride, apakah sistem angkutanya sudah memadai dan memenuhi masyarakat," pungkasnya
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.