5 Keluarga Diduga Diusir Oknum Kades dari Rumah, Ada yang Dilempar Botol Sampai Diludahi

INews.id, · Sabtu 26 Juni 2021 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 608 2431329 5-keluarga-diduga-diusir-oknum-kades-dari-rumah-ada-yang-dilempar-botol-sampai-diludahi-7FBd9aQZon.jpg Lima kepala keluarga di Padangsidimpuan diduga diusir dari rumah oleh oknum kepala desa (Foto: iNews)

PADANGSIDIMPUAN - Sebanyak lima kepala keluarga di Desa Desa Labuhan Labo, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut) diusir dari tempat tinggalnya.

Mereka diduga diusir oknum kepala desa (kades) setempat dan para perangkat. Kronologi kejadian bermula saat rumah para warga ini tiba-tiba didatangi oknum kades dan para perangkatnya pada Sabtu 18 Juni 2021 pukul 00.30 WIB. Mereka dipaksa keluar dari rumah ke balai desa.

”Saya diusir dan ditarik dari dalam rumah sendiri,” ujar Nengsi Hariani, seorang warga yang diusir dari kampung tersebut, Jumat 25 Juni 2021.

Baca Juga:  Satu Keluarga di Deli Serdang Dianiaya 6 Pria Berbadan Tegap

Setelah ditarik paksa, perempuan tiga anak ini bersama suaminya digiring ke balai desa. ”Saya dan keluarga sedang tidur, tiba-tiba dibangunkan paksa oknum kepala desa. Saya ditarik paksa seorang laki-laki yang juga perangkat desa,” ucapnya.

Pihaknya berharap para penegak hukum bisa berlaku adil kepada masyarakat. Sebab, dia bersama keluarganya tidak bisa pulang ke rumah lantaran kemanan tidak dijamin.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Rudi Iswanto, warga setempat. Dia menceritakan, saat itu rumahnya didatangi oknum kades, sekdes, Linmas desa yang menyuruhnya beserta istri dan anak kumpul di Balai Desa.

”Waktu itu saya menolak untuk dibawa ke balai desa. Tapi, tiba-tiba seorang anggota Linmas memaksa sembari memegang kerah baju saya,” katanya.

Tak hanya itu, di balai desa mereka juga dilempari dengan botol air mineral oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab. Namun, ketika itu polisi langsung datang dan membawa mereka ke Polsek Batunadua.

Baca Juga:  Heboh! Suami Gerebek Istri Berduaan di Hotel Bareng Pria Lain

Sementara Sudarmin, seorang warga yang diusir mengaku dipaksa ke balai desa dengan cara menarik tangan. ”Di balai desa, saya diludahi seorang warga yang masih kerabat dengan sekdes,” ucapnya.

Pengakuan warga, mereka diusir karena mempertanyakan bantuan langsung tunai (BLT) pada tahun 2020. Sebab, tiga bulan BLT tidak dibagikan perangkat desa. "Kami hanya mempertanyakan hak, tapi mereka langsung mengusir dari kampung itu,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini