"Kemudian kami sedang mencoba untuk mencari pusat isolasi nonrumah sakit. Jadi ini kami sudah mendatangi tempat-tempat Diklat karena di Kota Bogor dan Kabupaten sebetulnya tempat Diklat dari beberapa Kementerian. Jadi kami sudah ke Kementrian BKN, Kementan dan sebagainya tapi rata-rata Diklat itu sudah digunakan untuk kegiatan Diklat di masing-masing kementerian," tutur Syarifah.
Karena itu, Pemkot Bogor mengalami kesulitan menyiapkan tempat isolasi tambahan nonrumah sakit guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.
Baca Juga : Pasien Covid-19 Membeludak, Hidayat Nur Wahid Dukung Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi
"Kami kesulitan untuk di Kota Bogor mencari tempat-tempat Diklat untuk pusat isolasi. Yang ada sekarang pun ada 100 bed itu kami gunakan milik BPKP di ciawi itu sudah (hampir) full karena kapsitasnya sudah 73 persen. Kemudian kami antisipasi lagi mencari tempat isolasi yang lain namun terkahir kami komunikasi dengan IPB untuk menggunakan asrama IPB mudah-mudahan terlaksana," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)