BMKG Ingatkan Awan Cumulonimbus Bahaya Bagi Masyarakat dan Penerbangan

Subhan Sabu, Okezone · Senin 28 Juni 2021 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 340 2432244 bmkg-ingatkan-awan-cumulonimbus-bahaya-bagi-masyarakat-dan-penerbangan-76LLrGMmLX.jpg Awan Cumulonimbus (Foto: Subhan Sabu)

MANADO - Masyarakat Kota Manado dihebohkan fenomena alam penampakan awan besar berwarna hitam pekat yang muncul di langit kota Manado sekira pukul 17.45 Wita, Senin (28/6/2021). Awan tersebut pun tampak terang menyala di penghujung senja.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi BMKG Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena awan Cumulonimbus dengan disertai kilat/petir.

Dia pun menegaskan bahwa kabar adanya fenomena-fenomena lain seperti beredar di masyarakat merupakan hoaks. Salah satu kabar di masyarakat tersebut mengaitkan kehadiran awan tersebut sebagai pertanda akan berlangsungnya gunung meletus.

"Awan Cumulonimbus yang telah berada pada fase matang/mature akan memiliki dasar awan dan tinggi awan yang jelas seperti yang terjadi tersebut. Luasan awan Cumulonimbus (CB) bisa mencapai 1-10 KM dan tingginya bisa mencapai lebih dari 10 KM," kata Ben Arther Molle.

Baca juga: Heboh Penampakan Awan Hitam Besar dan Menyala di Manado, Ini Penjelasan BMKG

Pada fenomena yang terjadi tersebut terlihat ciri khas dari awan CB, yaitu memiliki puncak yang menyerupai jamur atau berbentuk seperti landasan pesawat (anvil dome).

Baca juga: BMKG Mutakhirkan Gempa Gunungkidul Jadi Magnitudo 5,1

Dalam awan CB, terdapat ion positif dan negatif yang dapat dilepaskan sebagai kilat/petir yang merupakan jenis kilat/petir intracloud atau terjadi di dalam awan yang sama.

"Jenis awan ini sangat berbahaya bagi aktifitas masyarakat dan penerbangan karena selain petir, terdapat turbulensi (golakan udara) kuat, microburst, hingga hail (hujan es)," tutur Ben

Ben juga menghimbau agar masyarakat tidak panik dan termakan hoaks. Meski demikian, ia pun mengimbau warga lebih berhati-hati, dan tanggap cuaca lantaran awan ini berpotensi mengakibatkan hujan es.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini