Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Pahlawan TNI AL Bela Indonesia hingga Gugur, Ada Sersan Usman dan Kopral Harun

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 29 Juni 2021 |07:04 WIB
5 Pahlawan TNI AL Bela Indonesia hingga Gugur, Ada Sersan Usman dan Kopral Harun
Laksamana TNI (Anumerta) RE Martadinata (Sindonews)
A
A
A

Bersama dengan seorang anggota KKO AL lainnya bernama Harun, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada bulan Oktober 1968 dengan tuduhan meledakkan gedung MacDonald House di pusat kota Singapura pada tanggal 10 Maret 1965.

Usman Djanatin adalah prajurit sejati yang gugur sebagai martir dalam rangka membela bangsa dan negara, serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Kopral Harun

Kopral Harun Said lahir di Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tanggal 4 April 1947. Ia gugur di Singapura tanggal 17 Oktober 1968 pada usia 21 tahun.

Dia adalah anggota KKO AL atau Korps Marinir, yang ditangkap bersama Usman Djanatin di Singapura pada saat terjadinya konfrontasi dengan Malaysia. Sebagaimana halnya Usman, Kopral Harun juga dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meledakkan gedung MacDonald House di pusat kota Singapura pada tanggal 10 Maret 1965.

Kopral Harun telah gugur sebagai pahlawan dalam rangka membela bangsa dan negara, serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Laksamana Muda John Lie

Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau lebih dikenal sebagai John Lie lahir di Manado, Sulawesi Utara, tanggal 9 Maret 1911. Ia gugur  tanggal 27 Agustus 1988 pada usia 77 tahun adalah salah seorang perwira tinggi TNI AL dari etnis Tionghoa.

Awalnya bekerja sebagai mualim kapal pelayaran niaga milik Belanda KPM lalu bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) sebelum akhirnya diterima di Angkatan Laut RI.

Pada masa Perang Kemerdekaan RI, John Lie secara rutin melakukan operasi menembus blokade Belanda dengan membawa hasil bumi ke Singapura untuk dibarter dengan senjata sebagai sarana perjuangan melawan Belanda.

Untuk keperluan operasi ini, John Lie memiliki kapal cepat kecil yang legendaris bernama ‘The Outlaw’. Kemudian di Port Swettenham Malaya, John Lie juga mendirikan naval base yang menyuplai bahan bakar, makanan, senjata, dan keperluan lain bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengakhiri pengabdiannya di TNI Angkatan Laut pada bulan Desember 1966 dengan pangkat terakhir Laksamana Muda dan meninggal dunia pada tanggal 27 Agustus 1988 serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement