Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Hoegeng, Polisi Jujur yang Marah saat Rumahnya Diisi Perabotan Mewah

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Kamis, 01 Juli 2021 |07:01 WIB
Kisah Hoegeng, Polisi Jujur yang Marah saat Rumahnya Diisi Perabotan Mewah
Jenderal Hoegeng (Foto: Ist)
A
A
A

Beberapa waktu kemudian, istri Hoegeng, Merry sempat diisukan telah menerima cincin berlian dari orang India. Hoegeng lalu menemukan orang India itu kepada istrinya. Tetapi setelah bertemu istrinya, orang India itu mengaku tidak mengenalnya.

Merasa difitnah, Hoegeng marah besar dan hampir melukai orang India itu, karena melemparnya dengan tempat sampah. Dari beberapa kisah antikorupsi di Medan, nama Hoegeng pun makin dikenal. Dia menjadi sangat disegani oleh para pejabat.

"Ketika akhirnya saya menjadi Kapolri pada 1968, saya punya banyak cita-cita. Seperti orang lain pada umumnya, saya menaruh banyak harapan terhadap Orde Baru, karena menjanjikan koreksi total terhadap kesalahan Orde Lama," ungkapnya.

Godaan dan tantangan terus menerpa Hoegeng. Bahkan, saat dirinya pertama menjadi Kapolri, salah satu masalah yang terbesar adalah mengembalikan citra polisi sebagai penolong rakyat. Tugas ini cukup berat, karena institusi Polri sudah terlanjur buruk.

Seperti dikeluhkan olehnya. "Tidak mudah menjadi polisi yang baik. Persoalan yang dihadapi polisi dari masa ke masa adalah soal citra. Dari sebutan "prit jigo" sampai citra tukang pukul tahanan," terangnya.

Prit jigo merupakan sebutan untuk polisi yang suka "damai" dengan pelanggar lalu lintas di jalan. Untuk menghilangkan sebutan ini, Hoegeng sempat kewalahan. Namun, dengan memberikan kesadaran moral secara perlahan, dia bisa mengatasinya.

Kendati masih banyak polisi "nakal", namun di zaman Hoegeng hal ini mendapatkan perhatian lebih. Kedua adalah saat diterapkannya peraturan memakai helm. Ada oknum polisi yang mengambil keuntungan dengan berbinis helm.

Bisnis helm polisi itu langsung dia berangus. Kontan, dia mulai mendapatkan musuh dari dalam institusi Polri yang tidak setuju dengan sikapnya yang "terlampau lurus". Gebrakan yang dia lakukan selanjutnya adalah menghapus sogokan-sogokan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement