Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Hoegeng, Polisi Jujur yang Marah saat Rumahnya Diisi Perabotan Mewah

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Kamis, 01 Juli 2021 |07:01 WIB
Kisah Hoegeng, Polisi Jujur yang Marah saat Rumahnya Diisi Perabotan Mewah
Jenderal Hoegeng (Foto: Ist)
A
A
A

Hoegeng pun mengenal Merry Roeslani, wanita yang kemudian dinikahinya saat bertugas di Yogyakarta. Setelah Indonesia merdeka, Hoegeng ke Jakarta meneruskan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Beragam posisi pernah diembannya. Di antaranya pernah menjadi pengawal Presiden Soekarno, saat peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1947. Pada 1952, Hoegeng bertugas di Surabaya, lalu ke Medan dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Hoegeng menghadapi banyak tantangan saat bertugas di Medan, mulai dari pemberontakan PRRI, penyelundupan, judi, dan korupsi. Beberapa kelompok yang hidup dengan judi dan penyelundupan di Medan, banyak yang menyogok pejabat agar bisnisnya aman.

Mereka menyelundupkan karet ke Malaysia, dan ditukar dengan benda-benda mewah. Jaringan mereka sangat luas, ruwet, dan lengkap. Mereka juga memiliki banyak pembunuh bayaran, dan dukun. Namun yang paling berbahaya adalah penyogokan.

Salah satu kelompok bahkan berusaha menyogok Hoegeng yang saat itu bertugas sebagai Kepala Direktorat Reskrim Kantor Polisi Sumut. Begitu tiba di Medan, sekelompok orang tidak dikenal telah menyambutnya dan mengucapkan selamat.

Perwakilan itu menyatakan, pihaknya telah menyediakan rumah dan juga mobil untuknya. Namun ditolak oleh Hoegeng, dan dia meninggalkan orang tersebut. Lalu, bergabung dengan beberapa polisi yang menjemputnya, dan pergi bersama mereka.

Setelah beberapa waktu tinggal di hotel, rumah dinas Hoegeng pun siap ditempati. Setibanya di rumah dinas itu, Hoegeng terkejut bukan main karena orang-orang yang dulu ditemuinya sudah ada di situ dan mengisi rumah dengan perabot mewah.

Hoegeng pun marah, dan meminta barang-barang itu dikeluarkan. Dua jam kemudian, barang-barang tersebut dikeluarkan oleh Hoegeng, dan orang-orang tersebut pun bengong. Namun, mereka tidak jera untuk terus berusaha menyogok Hoegeng.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement