Marak terjadi, masyarakat yang ingin menjadi polisi harus membayar agar bisa lolos. Hal itu diungkap Hoegeng, dan beberapa waktu kemudian praktik tersebut bisa dihilangkan sedikit demi sedikit. Meski di luar pengawasannya hal itu masih terjadi.
Hal lain yang sempat ramai dibicarakan saat Hoegeng menjabat Kapolri adalah ketika tren golf menyerang para pejabat. Hoegeng tidak ikut bermain, karena tidak memiliki uang untuk membeli stik golf yang harganya mahal.
Namun, keluhan datang dari seorang menteri yang ingin dirinya ikut bermain. Dia pun ditawari stik golf, tetapi ditolaknya dengan alasan tidak mau berutang budi kepada menteri tersebut. Mendengar jawaban Hoegeng, sang menteri hanya tersenyum.
Cerita lain yang juga ramai adalah kasus penyelundupan tekstil ke Kostrad. Pihak Dirjen Bea Cukai melapor kepadanya, dan orang India yang melakukan penyelundupan dijatuhi sanksi tegas dengan terlebih dahulu meminta izin Presiden Soeharto.
Dari beberapa kasus tersebut ada dua lagi yang terbesar. Pertama adalah kasus Robby Tjahyadi yang menyelundupkan mobil mewah di lingkungan para pejabat, seperti menteri. Hoegeng berhasil menyeretnya hingga ke meja hijau.
Kasus kedua yang juga sempat menghebohkan adalah kasus pemerkosaan yang menimpa Sumarijem, penjual telur ayam berusia 18 tahun atau yang lebih dikenal dengan Sum Kuning. Hoegeng terus memantau perkembangan kasus ini.
Sehari setelah vonis bebas Sum, Hoegeng memanggil Komandan Polisi Yogyakarta AKBP Indrajoto dan Kapolda Jawa Tengah Kombes Suswono. Hoegeng lalu memerintahkan Komandan Jenderal Komando Reserse Katik Suroso mencari siapa saja yang memiliki fakta soal pemerkosaan Sum Kuning. Tim Pemeriksa Sum Kuning kemudian dibentuk pada Januari 1971.
Bagai bola salju, kasus Sum Kuning terus membesar. Sejumlah pejabat polisi, dan pejabat di Yogyakarta disebut-sebut terlibat. Namun mereka membantah lewat media massa. Hebatnya, Presiden Soeharto sampai turun tangan menghentikan kasus Sum Kuning. Dalam pertemuan di Istana, Soeharto memerintahkan kasus ini diambil alih Tim Pemeriksa Pusat Kopkamtib, lembaga yang menangani keamanan negara.