Bejat! Ayah Tega Cabuli Anak Tiri hingga Melahirkan

Fadly Pelka, iNews · Kamis 01 Juli 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 608 2433680 bejat-ayah-tega-cabuli-anak-tiri-hingga-melahirkan-fHBeoIRNXs.jpg Polisi menangkap pelaku pencabulan terhadap anak tiri (Foto: Fadly Pelka)

BATUBARA - Satuan Reskrim Polres Batu Bara berhasil meringkus pelaku pencabulan, yakni seorang ayah yang memiliki tiga orang istri tega menggagahi anak tirinya yang masih di bawah umur hingga hamil. 

Selama dua tahun STR (53), warga Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara merudapaksa anak tirinya yang masih di bawah umur. Tersangka STR melampiaskan nafsu bejatnya, karena tidak tahan melihat lekuk tubuh anak dari istrinya yang ketiga.

Diduga tersangka memaksa korban untuk melayani nafsunya dan mengancam akan membunuh korban jika memberitahukan kepada ibu kandungnya atau pun kepada orang lain.

Baca Juga: Berdalih Mengusir Mahluk dan Menyembuhkan Penyakit, Bapak Kos di Makassar Cabuli Anak Kos

Ibu kandung korban curiga melihat perut korban yang semakin hari semakin membesar, setelah mengetahui anaknya hamil pada Januari 2021, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu Bara.

Tersangka STR bersembunyi di kediaman istrinya yang kedua, berhasil diamankan Satreskrim Polres Batu Bara pada 31 Mei 2021 di wilayah Pekanbaru, Riau.

Kepada polisi, tersangka STR mengaku sudah menggauli anak tirinya selama dua tahun terakhir sejak pitrinya berusia 14 tahun sampai usia 16 tahun. Ia menyalurkan nafsu bejatnya saat mereka berdua lagi menonton televisi, sementara ibu korban lagi tidur di kamar.

Baca Juga: Pria Paruh Baya Tega Lecehkan Anak di Bawah Umur & Berkebutuhan Khusus

Kapolres Batu Bara, AKBP Ikhwan Lubis didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi mengatakan, tersangka berhasil diringkus Satreskrim Polres Batu Bara di daerah Kabupaten Kampar, Riau.

Tersangka menjadi buron selama 5 bulan, setelah mengetahui ibu korban membuat pengaduan pada Januari 2021. Saat ini, korban telah melahirkan anak sekitar dua bulan yang lalu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis dengan Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 81 Ayat (1) juncto Pasal 76 d dan perubahan Undang - Undang tentang Perlindungan Anak diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini