Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Istana Gambir Menjadi Istana Merdeka

Doddy Handoko , Jurnalis-Jum'at, 09 Juli 2021 |07:04 WIB
Kisah Istana Gambir Menjadi Istana Merdeka
(Foto : Sindo)
A
A
A

Ir Tukimin Wisanggeni, budayawan, sepakat jika Istana Kepresidenan dijadikan museum penuh. Sehingga tidak lagi dijadikan untuk aktivitas kenegaraan oleh Presiden RI. Pemindahan itu dalam konteks yang lebih luas juga menyangkut pemindahan ibukota Jakarta.

Menurutnya, seharusnya Istana Kepresidenan mempunyai beberapa persyaratan, tempatnya harus aman, nyaman, dan sejuk.

Aman dalam arti luas, tidak diributin bisingnya kendaraan, hiruk pikuk bisnis seperti di Mangga Besar, demosntran atau banjir yang mengganggu ketenangan pemimpin-pemimpin negara ini yang untuk menghasilkan keputusan penting.

Apalagi letak istana di pinggir Jalan Veteran yang mudah dimasuki orang. Padahal seharusnya masuk ke istana tidak semudah itu, harus ada hambatan alam seperti hutan, sungai atau bukit sehingga jarak antara pagar dan istana jaraknya jauh. Maka kondisi keamanan tidak memenuhi syarat layaknya Istana untuk Presiden.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement