Share

Presiden Afghanistan Desak Taliban Hentikan Pertempuran

Agregasi VOA, · Senin 12 Juli 2021 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 18 2439267 presiden-afghanistan-desak-taliban-hentikan-pertempuran-08WZbYNiiK.jpg Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (Foto: Reuters)

AFGHANISTAN - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyerukan kepada Taliban untuk meletakkan senjata, dengan mengatakan mereka telah menimbulkan kerusakan dahsyat pada negara itu.

“Jika setiap hari ada sekitar 200, 400, hingga 600 warga Afghanistan yang tewas, siapa yang mendapat keuntungan dari hal itu? Jika gedung-gedung dan setiap infrastruktur yang kita bangun dibakar... Saya ingin menyampaikan apa yang terjadi di Afghandab, tiga jembatan yang dibangun dengan biaya 50 juta dolar telah dihancurkan Taliban dan sekitar 1.000 rumah dibom,” ujar Ghani ketika menemui para pendukungnya di Khost.

Dalam beberapa hari terakhir ini Taliban membuat kemajuan sangat besar dengan menguasai kembali sejumlah daerah di utara Afghanistan, sementara pasukan Amerika terus melakukan penarikan pasukan dari negara itu.

Para pemberontak Taliban kini mengklaim telah menguasai lebih dari sepertiga dari 421 distrik dan pusat-pusat distrik di seluruh Afghanistan.

(Baca juga: Wanita 90 Tahun Meninggal Usai Terkena 2 Varian Virus Covid-19 Sekaligus di Waktu Bersamaan)

Mereka juga merebut beberapa titik perbatasan penting dengan Iran, Uzbekistan dan Tajikistan; membuka potensi pendapatan baru bagi Taliban dan memotong rute-rute transportasi utama. Perbatasan Islam Qala yang berbatasan dengan Iran merupakan wilayah perbatasan terakhir yang direbut Taliban pada Kamis lalu (8/7).

Ghani juga mempertanyakan motif para pemberontak Taliban dalam pertempuran itu. “Saya ingin menanyakan beberapa hal pada Taliban. Pertama, kalian bertempur untuk siapa? Apakah kalian bertarung untuk Afghanistan, atau kalian ingin Afghanistan dikuasai pihak lain?” ujarnya dalam pertemuan pada Sabtu (10/7).

(Baca juga: Tentara Ini Tabrak Atap dan Mendarat di Dapur, Parasut Gagal Dibuka)

Dalam beberapa pertemuan di Iran dan Rusia, para pemimpin Taliban yang telah mengumbar kemenangan mereka, mengklaim bahwa wilayah yang telah mereka rebut lebih luas dari kenyataannya, bahkan ketika mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud mengupayakan kemenangan militer.

Melalui perjanjian yang ditandatangani Taliban dengan Amerika pada Februari 2020, dilaporkan bahwa pasukan pemberontak itu tidak akan merebut ibu kota propinsi secara militer. Namun beberapa ibu kota propinsi, seperti Kandahar di selatan Afghanistan, terbukti telah dikepung.

Amerika, Rusia, China dan bahkan negara-negara tetangga Afghanistan – seperti Pakistan – yang menjadi markas dewan kepemimpinan Taliban, semuanya telah memperingatkan agar Taliban tidak berusaha meraih kemenangan secara militer.

Taliban telah diberitahu bahwa mereka tidak akan mendapat pengakuan dan akan memperoleh citra buruk di dunia internasional jika menggunakan kekuatan militer untuk mencapai kekuasaan.

Namun Taliban mengatakan pada Associated Press bahwa pemerintah Afghanistan lah yang telah menghalangi dilakukannya perundingan yang melibatkan para pemimpin di kedua sisi yang berkonflik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini