Banjir Terjang Konawe Utara Sultra, 2 Desa Terisolasi

Tim Okezone, Okezone · Senin 12 Juli 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 340 2439399 banjir-terjang-konawe-utara-sultra-2-desa-terisolasi-MjXgbNCRFj.jpg Banjir di Konawe Utara, Sultra. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Hujan lebat memicu banjir di wilayah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada Senin dini hari (12/7/2021), pukul 00.00 Wita. Banjir yang sempat terjadi di Desa Labunga dan Laronanga, Kecamatan Andowia, telah surut. BPBD setempat masih melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

"Hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air Sungai Anggomate hingga meluap sehingga beberapa desa di tiga kecamatan terdampak," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keteranagn tertulis.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara mencatat empat desa di tiga kecamatan terdampak banjir tersebut. Desa terdampak yaitu Desa Labunga dan Laronanga di Kecamatan Andowia, Desa Pondoa di Wiwirano dan Tambakua di Lanyukima.

Informasi terkini pada Senin (12/7) siang menyebutkan Desa Tambakua dan Pondoa terisolir akibat banjir tersebut. "BNPB masih melakukan koordinasi dengan BPBD setempat untuk mendapatkan informasi terkini terkait kondisi pascabanjir, seperti korban jiwa dan kerugian material," ujarnya.

Baca Juga : 262 Rumah di Aceh Jaya Terendam Banjir, 452 Jiwa Terdampak

Pada saat yang hampir bersamaan, banjir bandang terjadi di Desa Tapunggai, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara. Hal tersebut juga dilaporkan oleh BPBD setempat kepada Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB.

"Banjir bandang di wilayah ini dipicu limpasan debit air dari kolam bekas kegiatan tambang. Limpasan air disebabkan karena kolam jebol, sedangkan debit air naik karena hujan intensitas tinggi di wilayah tersebut. Kejadian ini berlangsung pada Senin dini hari (12/7), pukul 00.00 waktu setempat," tutur Abdul.

Peringatan dini cuaca masih terpantau untuk wilayah Sulawesi Tenggara untuk esok hari, Selasa (13/7). Peringatan dari BMKG tersebut menyebutkan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Konawe Utara merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kecamatan dengan cakupan lebih dari 19 ribu hektar berada pada potensi bahaya tersebut. Kesepuluh kecamatan ini yaitu Kecamatan Molawe, Asera, Wiwirano, Oheo, Motui, Lasolo, Langgikima, Andowia, Lembo dan Sawa. Masyarakat diimbau untuk terus siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya banjir susulan maupun bencana hidrometeorologi lain seperti angin kencang dan tanah longsor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini